PSIKOLOGI DAN KEHIDUPAN
Richard J. Gerrig dan Philip G. Zimbardo
BAB V
PIKIRAN, KESADARAN DAN KEDUDUKAN PERALIHAN
Ketika anda mulai membaca bab ini, berhentilah sejenak untuk berpikir tentang satu kejadian masa lalu yang disukai. Sekarang, pikirkan apa yang anda ingin terjadi besok atau hari berikutnya. Dari manakah ingatan masa lalu dan gambaran masa depan ini berasal dan kapan mereka datang? Meskipun anda jelas-jelas mempunyai kumpulan informasi lengkap yang tersimpan dalam otak anda, sangatlah tidak mungkin bahwa ungkapan yang kami tanyakan kepada anda berada didalam “pikiran” anda sebagaimana ketika anda duduk dan membaca bacaaan psikologi anda. Oleh karena itu, mungkin anda merasa nyaman dengan mengatakan bahwa ungkapan tersebut datang dalam kesadaran anda dan mereka berasal dari beberapa bagian dari otak anda yang bekerja secara tidak sadar. Tapi, bagaimana ungkapan khusus ini bisa berada dalam pikiran? apakah anda benar-benar menyadari beberapa ingatan atau kehendak yang berbeda untuk masa depan? yaitu, kapan anda secara sadar mengetahui pengambilan suatu keputusan? atau apakah ungkapan tersebut entah bagaimana muncul oleh sifat dari beberapa rangkaian tindakan sadar ke dalam kesadaran anda?
Serangkaian pertanyaan ini memberikan suatu gambaran bahasan utama bab 5. Pada bab inilah, kita akan mengarahkan serangkaian pertanyaan tersebut. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan sadar yang sebenarnya? Apa yang menentukan muatan-muatan dalam kesadaran anda? mengapa anda memerlukan kesadaran? apakah kejadian diluar kesadaran mental benar-benar bisa mempengaruhi ungkapan/perkataan, emosi dan perilaku anda? bagaimanakah kesadaran berubah selama rangkaian siklus siang – malam, dan bagaimana anda bisa mengalihkan kesadaran anda secara sengaja? Perkembangan psikologis dalam diri anda semestinya juga ingin mengetahui bagaimana aspek-aspek dalam pikiran dapat dipelajari secara ilmiah. Bagaimana anda bisa mengeksternalkan kejadian internal, mempublikasikan hal-hal pribadi, dan mengukur dengan tepat pengalaman-pengalam subyektif ?
Analisis kita akan dimulai dengan sebuah eksplorasi muatan-muatan dan fungsi kesadaran. Kemudian kita akan membedakannya ke dalam perubahan mental reguler yang dialami selama melamun (berangan-angan). Dan akhirnya, kita akan melihat bagaimana kesadaran dialihkan secara dramatis melalui hipnotis, meditasi, ritual keagamaan, dan obat-obatan.
Muatan-muatan dalam Kesadaran
Kita harus mulai dengan mengetahui bahwa istilah kesadaran (consciousness) merupakan hal yang ambigu (memiliki makna ganda). Kita dapat menggunakan istilah tersebut untuk mengacu pada suatu keadaan umum pikiran atau mengacu pada muatan-muatan spesifiknya : kadang-kadang anda mengatakan bahwa anda “sadar” sebagai kebalikan dari “tidak sadar” (misalnya, ketika matirasa atau tertidur); dan kadang kala, anda mengatakan bahwa anda sadar – mengetahui – informasi atau tindakan tertentu. Kenyataaannya, terdapat satu konsistensi disini – untuk menyadari beberapa informasi tertentu, maka anda harus sadar. Pada bab ini, ketika kita berbicara tentang muatan-muatan yang terdapat dalam kesadaran, maka yang kita maksud adalah isi informasi dari hal;-hal yang anda sadari.
• Pengetahuan dan Kesadaran
Beberapa penelitian terbaru dalam psikologi membahas tentang muatan-muatan dalam kesadaran. Sesuai dengan penyimpangan bertahap psikologi sejak tahun 1800an, ini menjadi pengetahuan dalam pikiran. Wundt dan Titchener menggunakan instrospeksi untuk mengeksplorasi muatan dalam pikiran sadar, dan William James mengamati alur kesadarannya sendiri (lihat bab 1). Kenyataannya, pada bagian terdepan buku klasiknya tahun 1892, Psychology, James mengabsahkan sebagai sebuah definisi psikologi “the description and explanation of state of consciousness as such” (definisi dan penjelasan kedudukan kesadaran sebagai suatu materi).
Keadaan kesadaran anda pada umumnya meliputi persepsi, ungkapan, perasaan, pencitraan dan keinginan anda pada suatu peristiwa yang terjadi – semua aktivitas mental dimana anda memusatkan perhatian anda. Anda menyadari baik apa yang anda lakukan dan juga kenyataan bahwa anda melakukannya. Saat itu, anda menyadari kenyataan bahwa orang lain mengamati, mengevaluasi, dan beraksi atas apa yang anda lakukan. Sebuah pemahaman diri yang muncul dari pengalaman mengamati diri sendiri dari posisi istimewa yang lebih dalam ini. Jika disejajarkan, beragam aktivitas mental ini membentuk muatan-muatan kesadaran – semua pengalaman anda merupakan kesadaran yang disengaja dari suatu peristiwa tertentu (Natsoulas, 1998).
Kita telah mengelompokkan jenis-jenis umum informasi yang mungkin masuk kedalam kelompok sadar pada tempat dan waktu tertentu, tapi mulai sekarang apa yang menentukan apakah sadar itu? misalnya, kapan anda mengetahui bahwa anda sekarang ini bernafas? mungkin saja tidak; kendalinya merupakan bagian dari proses tidak sadar. Kapan anda berpikir tentang liburan terakhir anda atau siapakah pengarang dari Hamlet? sekali lagi, mungkin saja tidak; kendali atas suatu materi merupakan bagian ingatan prasadar (preconscious memories). Kapan anda menyadari bahwa lingkungan anda bising, seperti jarum yang berdenting, deru lalu lintas, atau dengungan lampu fluoresens? akan sulit untuk menyadari semua hal ini dan masih harus memerlukan perhatian penuh atas pengertian materi dalam bab ini; stimulan ini merupakan bagian dari informasi tidak sadar (unattended information). Akhirnya, mungkin hal tersebut termasuk dalam informasi yang tidak disadari – tidak bisa diakses seketika pada pengetahuan yang disadari – seperti halnya serangkaian aturan tata bahasa yang memungkinkan anda untuk memahami kalimat ini. Mari kita uji tiap jenis pengetahuan ini.
Proses bawah sadar
Terdapat rentang aktivitas tidak sadar secara jasmaniah yang sangat jarang, kalaupun ada, berkenaan dengan ketidaksadaran. Satu contoh tentang proses tidak sadar pada kerja adalah regulasi tekanan darah. Sistem syaraf anda memonitor informasi fisiologis untuk mendeteksi dan bereaksi pada perubahan secara terus menerus, tanpa pengetahuan anda. Pada saat tertentu, beberapa aktivitas tidak sadar secara umum dapat dibuat menjadi sadar. Misalnya, anda dapat memilih latihan sadar untuk mengendalikan bagian pernafasan anda. Begitu juga, sistem syaraf anda mengambil berbagai peran penting tanpa memerlukan sumber sadar.
Ingatan prasadar
Ingatan yang hanya dapat diakses pada kesadaran setelah sesuatu hal memanggil perhatian anda pada mereka disebut ingatan prasadar (preconscious memories). Gudang ingatan diisi dengan jumlah informasi yang sangat banyak, seperti pengetahuan umum tentang bahasa, olahraga, atau geografi dan ingatan peristiwa pengalaman pribadi. Ingatan-ingatan prasadar bekerja secara diam-diam di dasar pikiran sampai sebuah situasi muncul dimana mereka merupakan kebutuhan yang lakukan secara sadar (seperti ketika kami meminta anda untuk mengingat sebuah kejadian masa lalu yang disukai). Masalah ingatan (memori) akan dibahas secara detail pada bab 7.
Informasi yang tidak terawasi
Pada suatu ketika, anda dikelilingi oleh stimulasi yang sangat banyak jumlahnya. Sebagaimana yang kami gambarkan pada bab 4, anda hanya bisa memfokuskan pada sebagian kecil darinya. Pada hal yang anda fokuskan, dalam kombinasi dengan ingatan maka hal tersebut dibangkitkan, yang akan menentukan pada satu perluasan yang besar, yang berada dalam kesadaran. Meskipun demikian, kadang kala anda memiliki sebuah representasi tidak sadar atas informasi yang bukan merupakan fokus perhatian anda. Baca kembali skenario ini dari bab 4 : pada sebuah pesta yang ramai, anda mencoba untuk memfokuskan perhatian anda pada teman gadis anda yang menarik dan masih nampak melupakan sebuah percakapan akrab – sampai anda mendengar nama anda disebut. Tiba-tiba anda mengetahui bahwa anda harus memperhatikan percakapan – secara tidak sadar – untuk mendeteksi sinyal khusus ditengah-tengah keramaian (Wood & Cowan, 1995a).
Bawah sadar
Anda mengenali secara khusus keberadaan informasi bawah sadar ketika anda tidak dapat menjelaskan beberapa perilaku yang dimunculkan oleh kekuatan yang memunculkan kesadaran ketika perilaku itu berlangsung. Sebuah teori dasar tentang kekuatan bawah sadar dikembangkan oleh Sigmund Freud, yang menyatakan bahwa pengalaman-pengalaman hidup tertentu – ingatan traumatik dan keinginan yang dilarang / bersifat tabu – adalah cukup mengancam proses mental khusus tersebut (yang akan kami gambarkan pada bab 13) secara permanen menghapus mereka dari kesadaran. Freud mempercayai bahwa ketika muatan dari gagasan atau motif yang tidak dapat diterima itu ditekan – diletakkan di luar kesadaran – maka perasaan yang kuat dihubungkan dengan ungkapan yang masih berkaitan dan mempengaruhi perilaku. Penemuan Freud tentang bawah sadar memperdebatkan suatu tradisi kuno dari ajaran orang Barat. Dari waktu ke watu, filosof berkebangsaan Inggris John Locke (1690 / 1975) menuliskan bacaan klasiknya tentang pikiran, An Essay Concerning Human Understanding, sebagian besar para ahli benar-benar mempercayai bahwa hal-hal yang sifatnya rasional memiliki akses pada semua aktivitas pikiran mereka sendiri. Hipotesis dasar Freud tentang keberadaan proses mental bawah sadar dianggap menghina para ahli seangakatannya (Dennett, 1987). (Kami akan meninjau kembali gagasan Freud ketika kita membahas asal mula kepribadian unik anda pada bab 13).
Sebagian besar psikolog sekarang ini menggunakan istilah bawah sadar untuk mengacu pada informasi dan proses yang lebih lunak daripada jenis-jenis ungkapan Freud yang menyarankan harus ditekan (Baars & McGovern, 1996; Western, 1998). Misalnya, banyak jenis proses bahasa pada umumnya didasarkan pada proses bawah sadar. Perhatikan kalimat berikut ini (Vu dkk, 2000) :
She investigated the bark
Dia meneliti kulit kayu (makna lain : gonggongan anjing)
Bagaimana anda menginterpretasikan kalimat ini? apakah anda melihat seorang wanita mencari suara gonggongan anjing atau sedang mengamati sebuah pohon? karena kata “bark” ambigu – dan konteks kalimatnya hanya sedikit memberikan petunjuk – maka anda hanya bisa menanyakan maksud pada penulisnya. Sekarang perhatikan kalimat yang sama berikut ini tapi dalam konteks yang lebih luas:
The botanist looked for a fungus. She investigated the bark.
Ahli tanaman itu sedang mencari jamur. Dia tengah meneliti kulit kayu.
Apakah anda mendapati kalimat yang lebih mudah dimengerti dalam konteks ini? jika ya, ini dikarenakan ada proses bahasa bawah sadar anda menggunakan konteks yang sangat luas untuk membuat keputusan yang sangat cepat antara dua makna dari kata bark.
Dengan contoh ini, kami menunjukkan bahwa proses yang dijalankan berada di bawah level kesadaran selalu mempengaruhi perilaku anda – dalam hal ini, kemudahan yang dengannya anda memperloeh pemahaman yang jelas atas kalimat tersebut. Sehingga, kita harus memisahkannya menjadi bagian-bagian dari pembahasan muatan-muatan kesadaran menjadi pembahasan fungsi kesadaran. Sebelum kita mengangkat topik tersebut secara detail, bagaimanapun, kita akan mendekripsikan secara jelas melalui dua cara dimana muatan-muatan kesadaran dapat dipelajari.
• Mempelajari muatan-muatan kesadaran
Untuk mempelajari kesadaran, para peneliti telah memberikan perangkat metodologi untuk membuat pengalaman-pengalaman pribadi dapat diukur dengan sangat jelas. Salah satu metode adalah hal baru dari latihan introspeksi dari Wundt dan Titchener. Peserta eksperimen diminta untuk berbicara dengan keras seperti ketika mereka bekerja pada satu jenis tugas kompleks. Mereka melaporkan, dengan sedetail mungkin, rangkaian ungkapan pengalaman sementara mereka melengkapi tugas. Laporan peserta, disebut think-aloud protocols, digunakan untuk mendokumentasikan strategi mental dan representasi pengetahuan yang diperlukan peserta untuk melakukan tugas itu. Protokol ini juga memungkinkan para peneliti untuk menganalisis ketidaksesuaian antara kinerja dan pengetahuan dijalankan (Ericson & Simon, 1993).
Pada metode pengambilan sampel – pengalaman, partisipan menggunakan perangkat yang memberikan sinyal kepada mereka ketika mereka harus memberikan laporan tentang apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Mislanya, dalam salah satu metodologi, partisipan menggunakan pager elektronika. Sebuah radio transmitter mengaktifkan pager pada rentang waktu acak setiap hari untuk satu minggu atau lebih. Sewaktu-waktu pager memberikan sinyal, maka partisipan diminta untuk merespon pertanyaan seperti “seberapa baik anda berkonsentrasi?”. Dalam hal ini, peneliti dapat terus melakukan pencatatan ungkapan, pengetahuan dan fokus perhatian partisipan setiap kali mereka pergi beraktivitas (Hektner & Csikzentmihalyi, 2002)perhatikan satu eksperimen yang menggunakan komputer palm-top untuk memperoleh sampel pengalaman.
_______________________________________________________________
Apakah terdapat perbedaan pertukuran budaya dalam kesejahteraaan ?
Seorang peneliti memberikan komputer palm-top pada 15 orang siswa amerika eropa dan 21 orang asia (jepang dan korea) (Oishi, 2003). Pada lima rentang waktu selama satu hari, komputer meberikan sinyal pada siswa untuk melengkapi satu survey yang mengukur tingkat kesejahteraan emosional mereka. Sampel acak memungkinkan peneliti untuk menghitung semua suasana hati (mood) positif sementara mereka tengah menjalankan pengalaman dari hari ke hari berbagai kehidupan. Pada akhir ekspreimen sepanjang minggu, partisipan diberi peringkat retrospektif dengan memperlihat rekaman selama seminggu yang lalu dan mencatat perkembangan dimana mereka mengalami mood positif. Tingkat mood digabungkan sehingga mencapai jumlah yang lebih tinggi, pada skala 8 poin, merefleksikan evaluasi yang lebih positif. Gambar 5.1 menunjukkan bahwa pengambilan sampel-pengalaman dan ukuran retrospektif memberikan kesimpulan yang berbeda. Sebaliknya, orang asia melaporkan moood yang lebih positif sementara disibukkan dengan kegiatan dari hari ke hari, mereka melaporkan mood yang kurang positif ketika diperlihatkan kembali apa yang telah mereka lakukan selama seminggu. Kenapa hal itu bisa terjadi ? peneliti menyatakan bahwa orang amerika eropa dan asia memiliki ekspektasi budaya yang berbeda tentang bagaimana mereka harus berpuas diri atas kehidupan yang mereka jalani. Ekspektasi budaya tersebut memiliki satu dampak pada penilaian retrospektif.
_______________________________________________________________
Anda bisa melihat dari contoh berikut ini seberapa penting pengukuran pengambilan sampel-pengalaman. Jika anda hanya melihat pada data retrospektif, maka anda mungkin menyimpulkan bahwa orang-orang Asia mempunyai sedikit kehidupan yang bahagia. Dari hari ke hari data menunjukkan sangat berlawanan dengan kesimpulan tersebut.
Fungsi-fungsi Kesadaran
Ketika kita mengalamatkan pertanyaan tentang fungsi-fungsi kesadaran, maka kita mencoba untuk memahami mengapa kita memerlukan kesadaran – bagaimana ia masuk dalam pengalaman manusia?. Pada bagian ini, kami menggambarkan pentingnya kesadaran pada fungsi keberlangsungan hidup dan fungsi sosial manusia.
• Kegunaan kesadaran
Kesadaran manusia ditempa dalam ujian persaingan dengan kekuatan yang sangat bertentangan dalam lingkungan evolusioner – dengan manusia yang lainnya. Pikiran manusia mungkin telah berkembang sebagai satu rangkaian kemampuan sosial yang ekstrem dari nenek moyang manusia, yang mungkin asal mulanya sekelompok yang bertahan melawan predator dan bertujuan untuk mengeksploitasi sumber daya alam lebih efisien. Namun, sekelompok kehidupan kemudian menciptakan tuntutan baru untuk bekerjasama sesuai kemampuan bersaing dengan orang lain. Seleksi alam berlau pada orang yang dapat berpikir, merencanakan, dan menggambarkan alternatif kenyataan yang dapat mendorong baik ikatan dengan sanak famili maupun dengan kelompok pesaing. Siapa yang dapat mengembangkan bahasa dan peralatan maka ia memenangkan hadiah utama dari keberlangsungan hidup pikiran yang ada – dan, sayangnya, hal tersebut terus berlangsung sampai pada jaman kita (Donald, 1995; McPhail, 1998).
Karena kesadaran itu berkembang, maka anda tidak perlu terkejut jika ia memberikan satu rentang fungsi yang membantu dalam keberlangsungan hidup suatu spesies (Baars, 1997; Baars & McGovern, 1994; Cheney & Seyfarth, 1990; Ornstein, 1991). Kesadaran juga memainkan satu peran penting dalam memungkinkan untuk konstruksi baik bagian realita-realita secara personal maupun budaya.
Membantu kelangsungan hidup
Dari suatu perspektif biologis, kesadaran mungkin dikembangkan karena ini membantu seseorang untuk membuat pengertian atas informasi lingkungan dan menggunakan informasi tersebut dalam merencanakan tindakan yang paling tepat dan efektif. Biasanya, anda diadapkan dengan informasi sensorik yang melebihi muatan. William James menggambarkan jumlah yang sangat banyak tentang informasi yang berbenturan dengan reseptor sensorik sebagai satu “kebingungan yang berkumpul, terus mendengung” yang menyerang anda dari semua sisi. Kesadaran membantu anda untuk beradaptasi dengan lingkungan anda dengan membuat pemahaman atas kebingungan yang berlimpah ini dalam tiga cara.
Pertama, kesadaran mengurangi aliran input stimulus dengan membatasi apa yang anda lihat dan perhatikan. Anda mungkin mengenali fungsi pembatas kesadaran dari bahasan mengenai perhatian pada bab 4. kesadaran membantu anda untuk membuang berbagai informasi yang tidak relevan dengan tujuan dan sasaran anda. Menyarankan anda untuk memutuskan untuk berjalan dan meninkmati hari dimusim semi. Anda melihat pohon berbunga, burung bernyanyi, dan anak-anak bermain. Jika, dalam seketika, anjing yang tengah mengacau muncul dalam pemandangan, maka anda menggunakan kesadaran untuk membatasi perhatian anda pada anjing tersebut dan menilai tingkat berbahaya. Fungsi pembatas juga diterapkan untuk menginformasikan kepada anda dari gudang informasi internal. Ketika, di luar rangkaian bab ini, kami meminta anda untuk memikirkan satu kejadian masa lalu yang disukai, maka kami meminta anda untuk menggunakan kesadaran anda untuk membatasi perhatian mental anda pada satu ingatan tunggal mengenai masa lalu.
Fungsi kesadaran yang kedua adalah tempat penyimpinanan selektif. Sekalipun dalam kategori informasi dimana anda disertai secara sadar, tidak semua hal tersebut terus relevan terhadap perhatian anda saat ini. Setelah anda dihadapkan dengan anjing yang tengah mengacau, anda mungkin menghentikan diri anda sendiri dan berpikir, “saya ingin mengingat untuk tidak berjalan menuruni blok ini”. Kesadaran memungkinkan anda untuk menyimpan secara selektif – masuk ke ingatan – informasi yang anda ingin analisis, interpretasi, dan bersikap terhadapnya di masa yang akan datang; kesadaran memungkinkan anda untuk mengklasifikasikan kejadian-kejadian dan pengalaman-pengalaman mana yang relevan dan yang tidak relevan terhadap kebutuhan personal dengan memilih beberapa dan mengabaikan yang lainnya. Ketika kita mengingat proses memori pada bab 7, maka kita akan melihat bahwa tidak semua informasi yang anda tambahkan pada memori memerlukan proses sadar. Memori sadar memiliki sifat yang berbeda – dan meliputi bagian-bagian otak yang berbeda – dari jenis-jenis memori yang lainnya.
Fungsi kesadaran yang ketiga adalah untuk membuat anda berhenti, berpikir dan mempertimbangkan anternatif-alternatif berdasarkan pengetahuan masa lalu dan membayangkan berbagai konsekuensinya. Fungsi perencanaan ini memungkinkan anda untuk menekan keinginan yang kuat ketika mereka bertentang dengan moral, etika atau pertimbangan praktis. Dengan jenis kesadaran ini anda dapat merencanakan satu rute untuk perjalanan anda berikutnya untuk menghindari anjing yang tengah mengacau. Karena kesadaran memberikan anda perspektif waktu yang luas yang dengannya kita bisa membatasi tindakan potensial, anda dapat memanggil pengetahuan tentang masa lalu dan ekspektasi untuk masa depan untuk mempengaruhi keputusan anda yang sekarang. Untuk semua alasan ini, kesadaran memberikan anda potensi yang besar untuk bersikap fleksibel, memberikan respon yang tepat pada perubahan tuntutan dalam hidup.
Konstruksi realita personal dan kultural
Tidak ada dua orang yang menginterpretasikan satu situasi dengan cara yang benar-benar sama. Konstruksi realita personal anda adalah interpretasi unik anda terhadap satu situasi tertentu berdasarkan pengetahuan umum anda, ingatan pengalaman masa lalu, kebutuhan sekarang, nilai, keyakinan, dan tujuan masa depan. Setiap orang cenderung pada ciri-ciri tertentu dari lingkungan stimulus daripada orang lain dengan tepat karena kontruksi realitanya telah dibentuk dari satu pilihan input yang unik. Ketika kontruksi realita personal anda masih relatif stabil, maka pemahaman diri anda terus berlangsung sepanjang waktu.
Perbedaan individual dalam konstruksi realita personal bahkan menjadi lebih besar ketika orang semakin berkembang dalam kebudayaan yang berbeda-beda, hidup dalam lingkungan yang berbeda dalam suatu kebudayaan, atau dihadapkan pada tugas kelangsungan hidup yang berbeda pula. Hal sebaliknya juga benar – karena orang yang memiliki kebudayaan saling bertukar begitu banyak pengalaman yang sama, seringkali memiliki konstruksi realita yang hampir sama. Konstruksi realita kultural adalah cara berpikir tentang suatu ungkapan yang sama-sama dialami oleh sebagian besar anggota dari suatu kelompok perorangan tertentu. Ketika seorang anggota dari suatu masyarakat mengembangkan konstruksi realita personal yang sesuai dengan konstruksi kultural, maka hal itu memperteguh konstruksi kultural. Anda telah melihat salah satu contoh tentang dampak kultural / kebudayaan pada konstruksi realita: ingat bahwa siswa asia melaporkan secara retrospektif bahwa mood mereka kurang positif dibanding dengan teman sebayanya dari amerika eropa, meskipun dalam pengalaman mereka dari hari ke hari. Pada bab 13, kami akan menggambarkan lebih lengkap hubungan antara pemahaman personal dan kultural diri.
• Mempelajari fungsi-fungsi kesadaran
Banyak fungsi kesadaran termasuk perbandingan implisit dengan apa yang masih disebut bawah sadar. Yaitu, proses sadar seringkali mempengaruhi atau dipengaruhi oleh proses bawah sadar. Untuk mmpelajari fungsi-fungsi kesadaran, para peneliti seruingkali mempelajari hubungan antara pengaruh kesadaran dan bawah sadar pada perilaku. Para peneliti telah mengembangkan serangkaian cara untuk mendemonstrasikan bahwa proses bawah sadar dapat mempengaruhi perilaku sadar (Nelson, 1996; Western, 1998).
Misalnya, para peneliti telah menggunakan teknik SLIP (Spoonerisms of Laboratory-Induced Predisposition) untuk menentukan cara dimana kekuatan bawah sadar mempengaruhi probabilitas dalam membuat pengucapan sesuatu menjadi kacau (Baars dkk, 1992). Prosedur SLIP memungkinkan seorang pelaku eksperimen untuk menginduksi tergelincirnya lidah dengan menyusun ekspektasi untuk bagian tertentu dari suara. Sehingga, setelah melafalkan serangkaian pasangat kata seperti ball doze, bell dark dan bean deck, maka seorang partisipan bisa melakukan kesalahan pelafalan darn bore menjadi barn door. Para pelaku eksperimen dapat mengakses kedasaran atau bawah sadar memiliki pengaruh pada probabilitas beberapa suara yang tertukar dengan mengubah lingkungan eksternal pada tugas. Misalnya, partisipan cenderung elakukan kesalahan bad shock (dari shad bock) ketika mereka dyakinkan bahwa mereka menerima beberapa kali kejutan listrik yang menyakitkan selama suatu eksperimen (Motley & Baars, 1979). Sama halnya, partisipan laki-laki yang menunjukkan tugas SLIP terhadap kehadiran pelaku eksperimen perempuan yang provokatif lebih cenderung melakukan kesalahan dalam melafalkan good eggs (dari lood gegs). Hasil ini menyatakan sebuah kontribusi bawah sadar dalam menghasilkan kesalahan pengucapan.
Cara lainnya untuk mempelajari fungsi kesadaran adalah menentukan dimana begitu banyak basis tugas yang anda lakukan dari hari ke hari memerlukan intervensi sadar. Untuk mendapat satu pemahaman tentang tugas ini, anda dapat melakukan satu percobaan yang sangat sederhana. Letakkan buku anda ke bawah selama satu menit dan cobalah melakukan hal berikut :
- Cobalah mencari sesuatu yang berwarna merah. Sekarang cobalah mencari sesuatu yang berwarna magenta
- Cobalah mencari sesuatu yang berbentuk kotak. Sekarang cobalah mencari sesuatu yang bentuknya bundar.
- Cobalah mencari sesuatu yang berwarna biru. Sekarang cobalah mencari sesuatu yang berwarna biru dan berbentuk bundar.
Mana yang menurut anda lebih sulit ditemukan pada tiap kasus? Penelitian menyarankan bahwa anda seharusnya mencari yang lebih mudah untuk meletakkan sesuatu yang berwarna magenta daripada sesuatu yang berwarna merah (Treiman & Gormican, 1988), sesuatu yang berbentuk kotak daripada yang berbentuk bundar (Kim & Cave, 1995), dan sesuatu yang didefinisikan oleh salah satu ciri-ciri daripada yang dua (treisman & Sato, 1990). Mengapa anda berpikir begitu ? anda baru saja menemukan beberapa ciri-ciri tugas yang mana yang kurang memerlukan perhatian sadar dan mana yang lebih memerlukan.
Kami memberikan contoh lain pada gambar 5.2. pada bagian A, cobalah cari item yang biru dan kuning. Pada bagian B, cobalah cari rumah berwarna kuning dengan jendela berwarna biru. Bukankah tugas yang kedua lebih mudah? Kinerja kurang lebih dipengaruhi oleh semua obyek pada gambar ketika dua warna diorganisasikan ke dalam bagian-bagian dan keseluruhan (Wolfe dkk, 1994). Dapatkah anda merasakan perhatian sadar anda menjadi lebih terikat ketika kami meminta anda untuk mencari item yang biru dan kuning? Dari hasil yang singkat ini, para peneliti menyusun satu sudut pandang global tentang lingkungan dimana fungsi kesadaran terdapat.
Kita telah melihat bagaimana muatan-muatan dan fungsi-fungsi kesadaran didefinisikan dan dipelajari. Sekarang kita beralih pada perubahan ordiner dan ekstraordiner pada kesadaran.
__________________________________________________________________
Kapankah anak memperoleh kesadaran ?
Michael Popper
Ini nampak sangat mungkin bahwa pada poin yang sama dalam kehidupan anda, anda terlihat terbaring di tempat tidur bayi pada saat baru saja lahir, atau anak yang masih sangat belia, dan keheranan pada diri anda sendiri : “apa yang terjadi pada kepala anak ini ?” seringkali, pertanyaan ini diterjemahkan ke dalam sebuah isu tentang kesadaran : kapankah anak menjadi sadar akan dirinya sendiri sebagai suatu pribadi? Penelitian menyatakan bahwa pada gilirannnya nanti anak mendapati dirinya sebagai subyektif dan kemudian obyektif (Lewis, 1991; 1999).
- Anak-anak memperoleh subyektif diri, atau pemahaman diri obyektif, ketika mereka menyadari bahwa mereka dipisahkan dengan yang lainnya. Sang anak mampu memahami persoalan dunia eksternal pada tingkat kesadaran yang jelas.
- Anak-anak memperoleh obyektif diri, atau pemahaman diri obyektif ketika mereka dapat mengalihkan kesadarannya pada diri mereka sendiri – ketika mereka dapat menjadikan diri mereka sebagai obyek analisis sadar mereka sendiri. Anak-anak dapat merefleksikan “mengetahui apa yang mereka ketahui” atau “mengingat apa yang mereka ingat”.
Penelitian klasik pada perolehan anak tentang pemahaman obyektif diri didasarkan pada tingkah laku mereka di depan cermin. Para peneliti terheran, kapan mereka mengetahui bahwa gambar yang ada di cermin adalah diri mereka? Untuk menjawab pertanyaan ini, para peneliti meminta ibu mereka untuk meletakkkan setitik pemerah pipi pada hidup anak mereka, tanpa memperbolehkan anak mereka mengetahui bahwa mereka telah ditandai – ini adalah tes titik di hidung. Anak-anak mengerti sifat yang sama dari cermin pada usia yang sangat muda. Misalnya, pada awal usia 6 bulan, anak akan meraih sesuatu dan menyentuk beberapa bagian gambar di cermin. Namun, hal ini tidak terjadi pada anak usia 18 bulan dimana sebagian besar anak menyentuh hidung mereka sebagai respon terhadap titik pemerah pipi (Bertenthal & Fischer, 1978). Jelas sekali, tidak sampai usia itu anak dapat berpikir (dalam beberapa bentuk). “itu adalah aku di cermin – dan apakah tanda merah aneh di hidungku itu ?”.
Bahkan ketika anak dapat melampaui uji titik di hidung, mereka belum selesai memperoleh sebuah pemahaman diri. Anak-anak masih harus memerlukan gagasan tentang obyektif diri yang memiliki satu komponen waktu sehingga mereka dapat berpikir tentang diri mereka sendiri sebagai sesuai yang terus ada di masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Sebuah adaptasi dari prosedur titik di hidung memungkinkan peneliti untuk menguji perolehan anak tentang kontinuitas temporal diri (Povinelli, dkk, 1996). Dalam penelitian ini, anak-anak dikelompokkan dari usia 30 bulan sampai 42 bulan yang direkam dengan video sementara pelaku eksperimen secara sembunyi-sembunyi meletakkan sebuah stiker di rambut anak. Beberapa anak ditunjukkan hasil rekaman diri mereka dengan stiker melalui rekaman langsung. Mereka dapat melihat stiker di rambut mereka sementara mereka melakukan sesuatu hal. Setengah lainnya diawasi dengan menggunakan videotape setelah penundaan sekitar 3 menit: mereka melihat rekaman diri mereka, dengan sebuah stiker di rambut mereka, melakukan aktivitas yang baru saja dilakukan. Sekitar 2 – 3 anak dikelompok rekaman langsung meraih stiker, tapi hanya 1 – 3 anak dikelompom tunda. Kenyataannya, hanya sekitar usia 4 tahun anak benar-benar mampu mengamati rekaman videotape yang ditunda tentag aktivitas mereka dan membuat sebuah koneksi dengan stiker tersebut. Jelas kelihatan, masuk akal hal tersebut sulit bagi anak-anak untuk memahami representasi dari masa lalu dengan apa yang terjadi sekarang ini.
Apakah hasil ini mengejutkanmu? Jika anda meluangkan waktu dengan anak-anak usia 2 dan 3 tahun, anda dapat melihat mereka nampak memiliki gagasan yang cukup bagus tentang siapa mereka dan apakah mereka. Hasil penelitian menyatakan seberapa banyak yang benar-benar dipelajari anak – dan, oleh karena itu, sebarapa kompleks pengalaman masa dewasa anda tentang kesadaran yang sesungguhnya.
__________________________________________________________________
Tidur dan Mimpi
Hampir setiap hari dalam kehidupan anda, anda mengalami perubahan yang sangat besar dalam hal kesadaran : ketika anda memutuskan inilah saatnya mengakhiri hari anda, anda akan membiarkan diri anda untuk tidur – dan sementara anda tidur, maka tidak terbantahkan lagi anda tengah bermimpi. Sepertiga dari hidup anda dihabiskan untuk tidur, dengan otot-otot anda dalam keadaan “paralisis lunak” dan otak anda berdengung dengan aktivitas. Kita mulai bagian ini dengan mempertimbangkan irama biologis umum terjaga dan tertidur. Akhirnya, kita akan menguji aktivitas mental mayor yang menyertai ketika tidur – bermimpi – dan mengeksplorasi peran yang dimainkan oleh mimpi dalam psikologi manusia.
Irama Circadian
Semua ciptaan dipengaruhi oleh irama alam pada siang dan malam. Tubuh anda menyesuaikan diri dengan sebuah siklus waktu yang disebut irama circadian : tingkat getaran, metabolisme, detak jantung, suhu tubuh, dan aktivitas hormonal pasang dan surut sesuai dengan detakan jam internal anda. Pada sebagian besar bagian, aktivitas ini mencapai masing-masing puncaknya setiap hari – biasanya selama siang hari – dan mencapai titik terendah pada malam hari ketika anda tidur. Penelitian menyatakan bahwa kegunaan jam tubuh anda sebenarnya tidaklah sinkron dengan jam yang ada di dinding: tanpa efek korektif isyarat waktu eksternal, perintis internal manusia menetapkan siklus 24.18 jam (Czeisler dkk, 1999). Pencahayaan sinar matahari yang anda peroleh setiap hari membantu nada membuat penyesuaian terhadap siklus 24 jam. Informasi tentang sinar matahari diperoleh melalui mata anda, tapi reseptor untuk regulasi irama circadian tidaklah sama dengan reseptor yang memungkinkan anda untuk melihat dunia (Menaker, 2003). Misalnya, hewan tanpa tanduk dan moncong (lihat bab 4) masih bisa merasakan sinar melalui suatu cara yang memungkinkan mereka mengatur irama circadian mereka (Freedman dkk, 1999).
Perubahan yang menyebabkan suatu ketidaksesuaian antara jam biologis anda dan jam lingkungan anda mempengaruhi bagaimana anda merasakan dan bagaimana bereaksi (Moore – Ede, 1993). Mungkin sebagian besar contoh dramatis mengenai bagaimana beberapa ketidaksesuaian muncul dari aliran udara jarak jauh. Ketika orang terbang melewati zona waktu, mereka mungkin mengalami jet lag, suatu kondisi dimana gejala-gejalanya meliputi kepenatan, tidak dapat menahan kantuk, dan jadwal tidur – bangun yang tidak biasanya. Jet lag terjadi karena irama circadian internal berada di luar fase dengan lingkungan temporal normal (Redfern dkk, 1994). Misalnya, tubuh anda mengatakan ini jam 2 malam – dan hal tersebut terjadi pada satu poin rendah pada berbagai ukuran psikologis – ketika waktu lokal memerlukan anda untuk bertindak sebagaimana jika hal itu terjadi di waktu siang hari. Jet lag, merupakan masalah khusus pada kru penerbangan, menyebabkan kesalahan pilot yang menyebabkan kecelakan pesawat terbang (Coleman, 1986).
Variabel-variabel apa yang mempengaruhi jet lag? arah berjalan dan jumlah zona waktu yang dilalui merupakan variabel paling penting. Penerbangan belahan bumi sebelah timur menimbulkan jet lag yang lebih besar daripada yang barat, karena jam biologis anda dapat lebih siap diperpanjang daripada diperpendek, sebagaimana yang diperlukan ketika perjalan ke belahan bumi bagian timur (adalah lebih mudah untuk tetap terjaga lebih lama daripada tidur lebih awal). Ketika para sukarelawan kesehatan dipulangkan kembali dan dikirimkan antara Eropa dan Amerika Serikat, kinerja puncak mereka pada tugas standar dicapai antara dua sampai empat hari setelah penerbangan ke belahan bumi bagian barat tapi sembilan hari setelah perjalan ke belahan bumi bagian timur (Klein & Wegmann, 1974).
Siklus tidur
Sekitar tiga dari irama circadian anda dikembangkan pada periode perilaku diam yang disebut dengan tidur. Sebagian besar apa yang diketahui tentang tidur merupakan aktivitas elektrik dari otak. Terobosan metodologis untuk mempelajari tentang tidur berasal dari tahun 1937 dengan aplikasi sebuah teknologi yang mencatat aktivitas gelombang otak dari orang yang tidur dalam bentuk elektroensefalogram (EEG). EEG memberikan pengukuran yang obyektif, terus menerus tentang serangkaian aktivitas otak ketika orang terbangun atau tertidur. Dengan EEG, para peneliti menemukan bahwa gelombang otak berubah dalam bentuk pada satu rangkaian tidur dan menunjukkan perubahan sistematik, terprediksi labih lanjut selama periode tidur berlangsung (Loomis dkk, 1937) penemuan berikut yang lebih signifikan dalam penelitian tentang tidur adalah kejutan dari gerakan mata yang cepat (rapid eye movement / REM) yang terjadi pada interval periodik selama tidur (Aserinsky & Kleitman, 1953). Waktu ketika seorang yang sedang tidur tidak menunjukkan REM disebut sebagai tidur non-REM (NREM). Kita akan melihatnya pada satu bagian nanti dimana tidur REM dan NREM memiliki signifikansi untuk satu aktivitas mayor di malam hari yaitu bermimpi.
Mari kita rekam gelombang otak anda di malam hari. Ketika anda bersiap untuk tidur, EEG mencatat bahwa gelombang otak anda bergerak di sepanjang kecepatan sekitar 14 siklus per detik (cps). Satu ketika saat anda merasa nyaman di tempat tidur, anda mulai relaks, dan gelombang otak anda menjadi turun pada kecepatan sekitar 8 – 12 cps. Dan ketika anda mulai tertidur, anda memasuki siklus tidur, yang tiap tahapannya menunjukkan satu bagian EEG yang jelas. Pada tahap I tidur, EEG menunjukkan gelombang otak antara 3 – 7 cps. Selama tahap 2, EEG dikarakteristikkan oleh kumparan tidur, ledakan per menit dari aktivitas elektrik antara 12 – 16 cps. Pada dua tahapan berikutnya (3 dan 4) dari tidur, anda memasuki kedudukan yang sangat dalam dari tidur yang relaks. Gelombang otak anda melambat sampai 1 – 2 cps, dan detak jantung dan nafas anda menurun. Pada tahapan akhir, aktivitas elektrik otak anda meningkat; EEG anda nampak sangat mirip dengan apa yang terekam pada tahapan 1 dan 2. selama tahapan ini anda akan mengalami tidur REM, dan anda akan mulai bermimpi (lihat gambar 5.3). (karena bidang EEG selama tidur REM menyerupai apa yang terjadi pada orang yang terbangun, tidur REM biasanya diistilahkan dengan tidur paradoksial).
Terus berganti dari tahap 1 sampai 4 dalam tidur, tidur NREM memerlukan waktu 90 menit. Tidur REM hanya sekitar 10 menit. Selama rangkaian tidur malam, anda melalui siklus ini selama 100 menit antara 4 – 6 kali (lihat gambar 5.4). dengan tiap siklus, jumlah waktu yang anda habiskan dalam tidur yang nyenyak (tahap 3 dan 4) menurun, dan jumlah waktu yang anda habiskan dalam tidur REM meningkat. Selama siklus terakhir, anda mungkin menghabiskan waktu satu jam dalam tidur REM. Tidur NREM dihitung hanya 75 – 80% dari total waktu tidur, dan tidur REM 20 – 25% dari total waktu tidur.
Tidak semua orang tidur dalam jumlah waktu yang sama. Meskipun disini terdapat kebutuhan tidur genetik yang terprogram pada spesies manusia, jumlah waktu tidur yang sesungguhnya yang tiap orang peroleh sangat dipengaruhi oleh tindakan sadar. Orang biasanya mengendalikan secara aktif lamanya tidur dengan beberapa cara, seperti bangun terlambat atau menggunakan jam alarm. Durasi tidur juga dikendalikan oleh irama circadian; yaitu ketika seseorang berangkat tidur maka mempengaruhi durasi tidur. Untuk mendapatkan jumlah NREM dan REM yang sebanding dapat dilakukan hanya ketika anda menstandarkan waktu tidur dan waktu bangun selama satu minggu, termasuk pada waktu akhir pekan. Dengan cara tersebut, waktu yang anda habiskan di tempat tidur cenderung merespon dengan seksama pada fase tidur dari irama circadian anda.
Hal yang menarik selanjutnya adalah perubahan dramatis pada bagian tidur yang terjadi sepanjang manusia hidup (lihat gambar 5.5). anda berada di luar waktu tidur sekitar 16 jam setiap hari, dengan hampir setengah jam dihabiskan dalam tidur REM. Pada usia 50 tahun, anda mungkin hanyak tidur selama 6 jam dan hanya menghabiskan 20% waktu dalam tidur REM. Anak remaja biasanya tidur 7 – 8 jam, dengan 20% waktu tidur REM.
Perubahan pada bagian tidur dengan usia bukan berarti bahwa tidur tidaklah begitu penting bagi pertumbuhan anda. Salah satu studi diikuti oleh orang yang lebih dewasa dilakukan untuk melihat apakah disana terdapat hubungan antara perilaku tidur mereka dengan seberapa lama mereka tetap hidup (Dew dkk, 2003). Para peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki efisiensi tidur yang lebih tinggi – diukur berdasarkan jumlah waktu tidur mereka dibagi dengan jumlah waktu yang mereka habiskan di tempat tidur – cenderung lebih lama hidup. Hasil ini langsung membawa kita pada pertanyaan : mengapa orang memerlukan tidur ?
Mengapa tidur ?
Kemajuan tahapan tidur sebagaimana yang diharapkan pada manusia dan hewan menyatakan bahwa di sana terdapat satu basis evolusioner dan suatu kebutuhan biologis untuk tidur. Orang berfungsi agak baik ketika mereka mendapatkan waktu bonus 7 – 8 jam untuk tidur dalam satu malam (Harrison & Horne, 1996). Mengapa orang tidur begitu lama dan jenis fungsi apakah yang diberikan oleh tidur itu (REM dan NREM) ?
Dua fungsi paling umum untuk tidur REM mungkin adalah konservasi dan restorasi. Tidur mungkin muncul karena hewan memungkinkan untuk mengkonservasi energi pada saat ketika di sana tidak terdapat kebutuhan untuk mencari makanan, mencari pasangan, atau bekerja (Allison & Cicchetti, 1976; Cartwright, 1982; Webb, 1974). Di sisi lain, tidur juga memungkinkan tubuh untuk digunakan dalam menjaga fungsi dan merestorasi dalam beberapa cara. Selama tidur, neurotrasmiter dan neuromodulator mungkin disintesis untuk mengganti jumlah yang digunakan selama aktivitas harian, dan reseptor pos-sinapsis mungkin dikembalikan pada level optimal sensitivitas mereka (Porkka – Heiskanen dkk, 1997; Rainnie dkk, 1994). Bukti penelitian juga menyatakan bahwa suplai energi otak diisi kembali selama tidur NREM (Benington & Heller, 1995).
Jika anda menghilangkan tidur REM untuk satu malam, maka anda akan mendapatkan tidur REM lebih banyak dari biasanya pada malam berikutnya, memperlihatkan bahwa tidur REM juga memberikan beberapa fungsi yang dibutuhkan. Sejumlah hal yang menarik, tetapi belum didemonstrasikan, keuntungan telah diberikan oleh tidur REM (Moffit dkk, 1993). Misalnya, selama masa pertumbuhan, tidur REM bertanggung jawab dalam membangun jembatan antara syaraf dan otot anda yang memungkinkan anda untuk menggerakkan mata anda. Tidur REM dapat membangun struktur fungsional pada otak, seperti apa yang terlibat dalam pembelajaran ketrampilan motorik. Tidur REM juga memainkan satu peranan dalam mengatur mood dan emosi, dan mungkin dibutuhkan dalam menyimpan ingatan dan menjelaskan pengalaman yang sekarang ke dalam jaringan keyakinan atau ingatan sebelumnya (Maquet, 2001; Siegel, 2001; Stickgold dkk, 2001). Dari segi psikologis, para peneliti menyatakan bahwa tidur REM diperlukan untuk memulihkan keseimbangan otak setelah tidur NREM : jenis karakteristik aktivitas otak yang tidak biasanya dalam tidur NREM, misalnya, mengubah keseimbangan fungsi otak dengan cara yang harus mengembalikan pada keadaan normal dengan tidur REM (Benington & Heller, 1994).
Gangguan tidur
Akan menyenangkan jika anda selalu memperoleh tidur di malam hari yang dianggap baik. Sayangnya, banyak orang menderita karena gangguan tidur yang menyebabkan beban serius bagi karir dan kehidupan pribadi mereka. Gangguan tidur juga dapat menimbulkan konsekuensi sosial. Orang-orang yang jam kerjanya termasuk sift malam, lebih dari stengahnya merasa mengantuk selama bekerja setidaknya sekali dalam seminggu. Beberapa kecelakan industri yang paling serius – bencana Three Mile Island, Chernobyl, Bhopal, dan Exxon Valdez – telah terjadi selama jam-jam menjelang petang. Orang berspekulasi bahwa kecelakaan ini terjadi karena kunci personal gagal berfungsi secara optimal sebagai akibat dari tidur yang tidak mencukupi. Karena gangguan tidur adalah penting dalam banyak kehidupan siswa, maka kita akan meninjaunya di sini. Sebagaimana yang anda baca, ingatlah bahwa gangguan tidur bervariasi dalam hal tingkat kepelikannya. Sama halnya, asal mula mereka yang melibatkan kekuatan biologis, lingkungan dan psikologis.
Insomnia
Ketika orang merasa tidak puas dengan jumlah atau kualitas tidur mereka, maka mereka menderita insomnia. Kegagalan kronis untuk mendapatkan tidur yang cukup ini dikarakteristikkan oleh ketidakmampuan untuk tertidur dengan cepat, seringkali terbangun selama tidur, atau terbangun pada waktu dini hari. Pada polling terbaru, 48% usia dewasa 18 th dan yang lebih tua dilaporkan bahwa, pada tahun yang lalu, mereka mengalami insomnia beberapa malam atau lebih setiap minggunya (National Sleep Foundation, 2003). Insomnia adalah gangguan kompleks yang disebabkan oleh beragam faktor psikologis, lingkungan dan biologis (Spielman & Glovinsky, 1997). Namun, ketika orang yang menderita insomnia diteliti dalam laboratorium, kualitas dan kuantitas obyektif tidur mereka yang sebenarnya sangatlah beragam, dari tidur yang terganggu sampai tidur normal. Penelitian telah membuktikan bahwa banyak orang yang mengalami insomnia yang megeluh kekurangan tidur sebenarnya menunjukkan bagian tidur yang normal secara psikologis – suatu kondisi yang digambarkan sebagai insomnia subyektif. Misalnya, dalam suatu peneltian 38% dari partisipan yang melaporkan bahwa mereka menderita karena insomnia sebenarnya memiliki tidur yang normal (Edinger dkk, 2000). Hal yang sama menariknya, penelitian yang sama menunjukkan gangguan tidur yang dapat dideteksi pada 43% partisipan yang tidak mengeluh karena insomnia. Ketidaksesuaian ini dapat dihasilkan dari perbedaan kognisi dan emosi yang terjadi sewaktu tidur (Espie, 2002). Orang yang megalami insomnia mungkin kurang bisa menghilangkan gangguan pengucapan dan perasaan dari kesadaran sekalipun mereka mencoba tidur.
Narcolepsy
Narcolepsy adalah gangguan tidur yang disebabkan oleh tidur berkala sepanjang hari (Aldrich, 1992). Seringkali ini dikombinasikan dengan caraplexy, yaitu kelemahan otot atau kehilangan kontrol otot yang disebabkan oleh lonjakan emosional (seperti tertawa, marah, takut, terkejut atau lapar) yang menyebabkan orang yang menderita menjadi lemas seketika. Ketika mereka tertidur, orang yang menderita narcolepcy hampir sebagian besar memasuki fase tidur REM dengan cepat. Desakan pada REM ini menyebabkan mereka mengalami gambaran mimpi yang hidup atau kadangkala mengalami halusinasi. Narcolepsy menyerang hampir setiap 1 orang dari 2000 orang. Karena narcolepsy diturunkan dalam keluarga, maka para ilmuwan meyakinini penyakit ini memiliki basis genetik (Mignot, 1998). Narcolepcy seringkali memiliki dampak psikologis dan sosial yang negatif pada para penderitanya karena keinginan mereka untuk menghidari rasa malu yang disebabkan oleh gangguan tidup yang mucul tiba-tiba (Broughton & Broughton, 1994).
Sleep apnea
Sleep apnea adalah gangguan tidur pada sistem pernafasan atas dimana orang bisa berhenti bernafas ketika tidur. Ketika hal ini terjadi, level oksigen dalam darah menurun drastis dan hormon dalam keadaan darurat disekresi, menyebabkan orang yang tidur terbangun dan kembali berbafas lagi. Meskipun kebanyakan orang memiliki sebagian kecil episode seperti apnea dalam satu malam, seseorang dengan gangguan sleep apnea bisa memiliki ratusan siklus setiap malamnya. Kadangkala episode apnea manakuti orang yang tidur, tapi seringkali juga nyata bagi orang tersebut gagal untuk melanjutkan tidur (Orr, 1997). Sleep apne mempengaruhi kira-kira 2% pada orang dewasa (Sonnad dkk, 2003).
Sleep apnea juga seringkali terjadi pada bayi prematur, yang kadang kala memerlukan stimulasi fisik untuk mulai bernafas lagi. Karena sistem pernafasan mereka yang kurang berkembang, bayi ini harus terus dimonitor di unit perawatan intensif selama masalah tersebut terus terjadi.
Somnabulisme
Orang yang menderita somnabulism, atau tidur dengan berjalan, meninggalkan tempat tidur mereka dan pergi kemana-mana sementara mereka masih tertidur. Berjalan dengan tertidur (sleepwalking) lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Misalnya, penelitian menemukan bahwa sekitar 7% anak-anak mengalami berjalan sambil tertidur (Neveus dkk, 2001) tapi hanya 2% orang dewasa yang demikian (Ohayon dkk, 1999). Sleepwalking diasosiasikan dengan tidur NREM. Ketika dimonitor dalam suatu laboratorium, orang dewasa yang berjalan sambil tidur mendemonstrasikan bagun tiba-tiba – kemudian bergerak atau berbicara – selama tahap 3 dan 4 tidur (lihat gambar 5.3) pada tiga hari ketika tidur malam (Guilleminault dkk, 2001). Berbeda dengan konsepsi umum, tidak begitu berbahaya pada orang yang tidur sambil berjalan dalam keadaan sadar – mereka cenderung dibingungkan dengan tiba-tiba bangun. Sleepwalking sendiri dapat berbahaya karena orang dikendalikan di lingkungan mereka tanpa pemahaman sadar.
Daytime sleepiness (mengantuk ketika siang hari)
Keluhan utama dari mayoritas pasien yang dievaluasi di pusat gangguan tidur AS adalah mengantuk pada siang hari. Diantara sampel 1.506 orang dewasa di AS, 27% mengindikasikan bahwa selama beberapa hari atau lebih tiap bulannya mereka merasa sangat mengantuk sehingga aktivitas harian mereka terganggu; 15% mengndikasikan bahwa mengantuk di kala siang hari memiliki suatu dampak negatif pada aktivitas harian mereka untuk beberapa hari atau lebih tiap minggunya (National Sleep Foundation, 2003). Rasa ngantuk yang berlebihan menyebabkan menurunnya kewaspadaan, menunda jangka waktu bereaksi, dan mengganggu kinerja tugas motorik dan kognitif. Pada penelitian terdahulu, hampir separuh pasien degan rasa ngantuk yang berlebihan dilaporkan terlibat dalam kecelakaan mobil, dan lebih dari setengah mengalami kecelakaan kerja, dan beberapa lainnya mengalami kecelakaan serius (Roth dkk, 1989).
Dalam membuat Sleep Alert, sebuah film dokumenter tentang gangguan kekurangan tidur, psikolog James Mass melaporkan bahwa “terdapat beberapa orang yang secara harfiah seperti mayat hidup berjalan” (Maas, 1998). Dia mempelajari pilot pesawat terbang yang mengatakan tertidur selama bekerja dalam sekejap saja, hanya untuk mengetahui bahwa mereka telah tertidur sebentar ketika mereka nantinya bangun. Menurut Maas, hampir 30% siswa sekolah menengah atas tertidur di kelas sekali dalam seminggu. Beberapa tingkat rasa kantuk diinginkan ketika gaya hidup atau persyaratan pekerjaan melarang mereka untuk mendapatkan tidur di malam hari yang cukup. Namun rasa kantuk yang berlebihan seringkali memiliki akar permasalahan fisiologis dan penderitanya harus mendapatkan perhatian medis (White & Mitler, 1997).
_________________________________________________________________
Gaya hidup dan Tidur
10 atau 20 tahun yang lalu sedikit orang yang beraktivitas setelah tengah malam. Ketika siswa telah selesai mengerjakan PR-nya, mereka memiliki banyak pilihan antara melihat acara televisi hingga larut malam atau sekedar mengahbiskan waktu di tempat tidur. Sebaliknya, dekade terakhir abad 20 membawa eksistensi jaringan dunia yang luas dan seiring dengan hal itu, 24/7 mensuplai informasi. Setiap waktu siang atau malam, anda bisa menjelajahi internet atau bergabung dalam sebuah chat room. Anda bisa menyelesaikan kudapan tengah malam di Berlin, Connecticut, pada saat yang sama anda chatting dengan seseorang yang tengah sarapan dini hari di Berlin, jerman.
Pertumbuhan internet telah mengimplikasikan apa yang mungkin kita karakteristikkan seperti kebanyakan hubungan orang yang telah jatuh cinta – benci dengan tidur. Orang senang dengan tidur karena beristirahat merasa baik (dan tidur merasa dahsyat). Sebagaimana yang telah kita lihat pada bab ini, tubuh anda memerlukan tidur untuk berfungsi secara efektif. Namun, orang-orang membenci tidur karena di sana begitu banyak hal yang menyenangkan untuk dilakukan selama kita terjaga. Jaringan dunia yang begitu luas meningkatkan rentang hal-hal yang menyenangkan untuk dilakukan secara substansial. Pengarang buku bacaan anda menginginkan mengakui bahwa mereka lebih memilih kehilangan waktu tidur daripada berhenti menjelajah internet.
Dari segi pandang berbagai peneliti, 24/7 kemampuan internet hanya membuat situasi menjadi semakin buruk. Mereka telah menjadi ancaman selama beberapa tahun dimana para orang dewasa dan mahasiswa hampir tidak memperoleh waktu tidur yang cukup (Dement & Vaughan, 1999; Wolfson & Carskadon, 1998). Meskipun para ahli menyarankan agar setiap orang tidur 8 jam setiap hari, polling pada tahun 2000 yang dilakukan oleh National Sleep Foundation menyatakan bahwa rata-rata orang usia 18 – 29 tahun tidak memenuhi standar ini. Selama seminggu, durasi rata-rata orang tidur pada rentang usia ini adalah 6.8 jam; pada akhir pekan meningkat menjadi 7.8 jam.
Seberapa pedulinya anda dengan jumlah jam tidur yang anda dapatkan? penelitian menyatakan bahwa mahasiswa terlalu meremehkan dampak negatif dari kekurangan tidur terhadap kinerja kognitif mereka (Pilcher & Walters, 1997). Anda harus berhenti sejenak untuk memikirkan realita kekurangan tidur kronis cenderung tidak menguntungkan bagi kinerja kuliah anda (Buboltz dkk, 2002).
Tidak dapat disangkal kebanyakan mahasiswa kekurangan tidur karena tekanan yang diasosiasikan dengan belajar untuk ujian dan menulis skripsi (Murphy & Archer, 1996). Namun, 55% dari partisipan polling pada rentang usia 18 – 29 tahun setuju pada pernyataan bahwa mereka “seringkali harus terjaga lebih lama dari apa yang seharusnya karena mereka menonton TV atau menjelajah internet”. Apakah hal ini terjadi pada anda?
Kami tidak mencoba melarang anda untuk menggunakan internet. Kami hanya menawarkan observasi sederhana bahwa teknologi baru seringkali membawa bersamanya alasan baru bagi orang untuk kehilangan waktu tidur. Rasa kantuk memiliki banyak konsekuensi : memperoleh peringkat yang lebih rendah, permasalahan kerja, dan kecelakaan mobil. Sejauh ini, para ilmuwan telah mampu menciptakan pil yang dapat menghentikan anda dari rasa kantuk – tapi tidak ada satupun orang yang dapat menghentikan dari kebutuhan untuk tidur. Anda harus menentukan langkah pribadi apa yang dapat anda lakukan sehingga abad 21 tidak menjadi abad kekurangan waktu tidur bagi anda.
__________________________________________________________________
Mimpi : teater pikiran
Setiap malam-malam biasa dalam kehidupan anda, anda masuk ke dalam dunia mimpi yang kompleks. Salah satu bidang hanya ramalan, fisika, dan psikoanalis, mimpi menjadi satu area studi yang vital bagi penelitian ilmiah. Banyak penelitian tentang mimpi dimulai dari laboratorium, dimana para pelaku eksperimen dapat memonitor orang-orang yang tidur dalam tidur REM dan NREM. Meskipun tiap individu melaporkan lebih banyak mimpi ketika mereka dibangunkan dari periode REM – sekitar 82% dari mereka yang terbangun – bermimpi juga mengambil selama periode NREM – sekitar 54% dari mereka yang terbangun (Foulkes, 1962). Bermimpi diasosiasikan dengan kedudukan NREM kurang mengacu untuk meliputi muatan cerita yang terlibat secara emosional. Ini lebih berhubungan dengan yang diungkapan dengan rasa kantuk pada siang hari, dengan perbandingan sensoris yang kurang.
Karena mimpi memiliki beberapa pengaruh terhadap kehidupan mental seseorang, maka sebenarnya setiap kebudayaan berada pada pertanyaan yang sama : apakah mimpi memiliki signifikansi? jawabannya kebanyakan menyatakan ya. Yaitu, kebanyakan kebudayaan mengkode keyakinan bahwa, dengan satu cara atau lebih, bahwa mimpi memiliki maksud personal dan kultural yang penting. Kita sekarang meninjau beberapa cara dimana kebudayaan mengacu pada maksud mimpi.
Analisis mimpi Freud
Kebanyakan teori tentang mimpi yang terkenal diantara kebudayaan barat berasal dari Sigmund Freud yang disebut dengan “transient psychoses” (kegilaan sementara) dan model “everynight madness” (kemarahan setiap malam). Dia juga menyebutnya “the royal road to the unconscious” (jalan lebar menuju bawah sadar). Dia membuat analisis tentang mimpi, landasan utama bagi psikoanalisis dengan buku klasiknya The interpretation of dream (1900/1965). Freud menunjukkan gambaran mimpi sebagai ekspresi simbolis tentang bawah sadar yang sangat kuat, harapan-harapan yang terpendam. Harapan-harapan ini muncul dalam bentuk tersamar karena mengandung keinginan yang terlarang, seperti hasrat seksual yang berlawanan dengan seksual pada umumnya. Dua kekuatan dinamis yang menggerakkan mimpi adalah harapan dan penyensoran, satu pertahanan melawan harapan. Sensor mentransformasi maksud tersembunyi, atau muatan laten (latent content) dari mimpi ke dalam muatan manifestasi (manifest content), yang muncul pada orang yang bermimpi setelah suatu proses distorsi yang dirujuk oleh Freud sebagai cara kerja mimpi (dream work) muatan manifestasi adalah versi cerita yang dapat diterima; muatan laten menggambarkan versi yang tidak dapat diterima secara personal maupun sosial tapi juga bisa benar, sesuatu “yang belum diasah”.
Menurut Freud, interpretasi tentang mimpi memerlukan kerja terbalik dari muatan manifestasi ke muatan laten. Bagi psikoanalis yang menggunakan analisis mimpi untuk memahami dan memberikan perlakuan pada suatu masalah pasien, mimpi menyatakan harapan bawah sadar dari pasien, ketakutan menyerang bagi mereka yang berharap, dan karakteristik mempertahankan pasien berusaha untuk menangani konflik fisik yang dihasilkan antara harapan dan ketakutan. Freud meyakini baik dalam idiosinkratik – dari spesial ke individu tertentu – maupun maksud universal – kebanyakan alamiah seksual – dalam simbol dan metamorfosa dalam mimpi :
Kotak, peti, lemari makanan dan oven menggambarkan uterus, dan juga obyek, perahu dan berbagai jenis kapal. Ruangan-ruangan di dalam mimpi biasanya perempuan; jika berbagai cara mereka masuk dan keluar digambarkan, interpretasi ini hampir tidak dapat dibantah .... suatu mimpi terjadi pada suatu ruang yaitu mimpi rumah pelacuran atau harem .... hal ini sangatlah mungkin bahwa semua perlengakapan dan perangkatnya membingungkan terjadi di dalam mimpi yang disebabkan masalah genital (dan sebagai salah satu aturan laki-laki) .... (Freud, 1900/1965 : 389 – 391).
Teori Freud tentang interpretasi mimpi dihubungkan dengan simbol-simbol mimpi dengan teori eksplisitnya tentang psikologi manusia. Upaya Freud pada kepenting psikologis dari mimpi telah dinyatakan dengan cara pengujian kontemporer mengenai muatan dalam mimpi (Domhoff, 1996; Fisher & Greenberg, 1996).
Pendekatan non-barat pada interpretasi mimpi
Kebanyakan orang di masyarakat barat mungkin tidak pernah berpikir serius tentang mimpi mereka sampai mereka menjadi siswa psikologi atau memasuki ruang terapi. Sebaliknya, pada kebanyakan kebudayaan non-barat, interpretasi mimpi merupakan bagian yang sangat erat dari kebudayaan (Lewis, 1995; Tedlock, 1987). Perhatikanlah kegiatan harian dari seorang pemanah indian di Ekuador (Schiltz, 1997 : 2) :
Seperti tiap pagi hari lainnya, para laki-laki berada di serambi desa dan duduk bersama dalam satu lingkaran .... mereka bercerita tentang mimpi-mimpi mereka malam sebelumnya. Ritual harian berbagi mimpi ini adalah vital bagi kehidupan para pemanah........ ini adalah keyakinan meraka bahwa tiap mimpi individual, bukan untuk mereka sendiri, tapi untuk komunitas sebagai satu kesatuan. Pengalaman individual menyatakan tindakan bersama.
Selama pagi, tiap pemimpi memberitahukan cerita mimpi mereka dan yang lainnya menawarkan interpretasi mereka, mengharapkan diperoleh beberapa konsensus/kesepakatan pemahaman tentang maksud mimpi tersebut. Berkebalikkan dengan keyakinan bahwa mimpi individual “untuk komunitas sebagai satu kesatuan” dengan pandangan yang disampaikan oleh Freud, bahwa mimpi merupakan “jalan bebas” pada bawah sadar individual.
Pada kebanyakan kebudayaan, kelompok-kelompok khusus individu didesain sebagai kekuatan yang khusus untuk membantu interpretasi mimpi. Perhatikanlah praktek kehidupan orang indian suku Mayan yang hidup diberbagai bagian Meksiko, Guatemala, Belize dan Hondurtas. Dalam kebudayaan Mayan, fungsi seorang shaman adalah sebagai penafsir mimpi. Kenyataannya, diantara beberapa sub kelompok Mayan, shaman dipilih untuk peran ini ketika mereka memiliki mimpi dimana mereka dikunjungi oleh orang mati yang mengumumkan untuk menyebutnya sebagai shaman. Perintah formal tentang ritual keagamaan juga diberikan oleh shaman yang baru saja terpilih ini melalui cara pembukaan rahasia mimpi. Meskipun shaman, dan figur religius lainnya, memiliki pegetahuan khusus yang relevan atas interpretasi mimpi, biasanya orang juga memperhitungkan kembali dan membahas mimpi tersebut. Pada jaman dahulu, orang-orang Mayan telah menjadi korban perang sipil di tanah kelahirannya; banyak orang yang terbunuh atau dipaksa melarikan diri. Salah satu respon penting, menurut ahli antropologi Barbara Tedlock, merupakan “satu upaya yang dimunculkan mengenai mimpi dan penglihatan yang memungkinkan mereka untuk tetap berhubungan dengan nenek moyang mereka dan tanah suci dimana mereka tinggal” (Tedlock, 1992 : 471).
Praktek kebudayaan dari kebanyakan kelompok non-barat yang berkaitan dengan mimpi juga merefleksikan perspektif waktu yang berbeda secara mendasar. Teori Freud menyatakan interpretasi mimpi berdasarkan waktu, ke arah pengalaman masa kanak-kanak dan harapan-harapan yang terpendam. Di berbagai kebudayaan lain, bahkan mimpi diyakini sebagai gambaran dari penglihatan tentang masa yang akan datang (Basso, 1987). Misalnya, pada orang Ingessana Hills, sebuah daerah disepanjang perbatasan Ethiopia dan Sudan, waktu pelaksanaan festival ditentukan oleh penglihatan dari mimpi (Jedrej, 1995). Penjaga tempat suci agama dikunjungi dalam mimpi mereka oleh ayah mereka atau nenek moyangnya yang memerintahkan kepada mereka untuk “mengumumkan festival”. Kelompok-kelompok lainnya memiliki sisitem persaudaraan secara kebudayaan antara simbol mimpi dan maksudnya. Perhatikalah interpretasi berikut ini dari orang Indian Kalapalo dari brazil pusat (Basso, 1987 : 104).
Ketika kami bermimpi kami terbakar api, maka kemudian hari kami akan digigit oleh hewan liar, misalnya oleh seekor laba-laba atau seekor semut penyengat.
Ketika (kami bermimpi) kami bercinta dengan seorang wanita, maka kami akan sangat sukses ketika kami pergi memancing.
Ketika seorang anak laki-laki yang sedang dipingit dan dia bermimpi memanjat suatu pohon yang tinggi, atau melihat suatu jalan yang panjang, maka dia akan berumur panjang. Hal ini mungkin juga benar jika kita bermimpi menyeberangi air terjun yang besar di sebuah hutan.
Perhatikanlah bagaimana tiap interpretasi berpandangan atas masa yang akan datang. Orientasi masa depan mengenai interpretasi mimpi merupakan satu bagian penting dari tiap tradisi kebudayaan yang kaya.
Teori fisiologi tentang muatan mimpi
Batu landasan baik pendekatan barat maupun non-barat terhadap interpretasi mimpi adalah bahwa mimpi memberikan informasi tentang nilai yang sesungguhnya bagi perorangan atau komunitas. Pandangan ini dihadapkan pada satu tantangan dari teori yang didasarkan pada biologi. Sebut saja beberapa peneliti yang meyakini bahwa anda memiliki satu kebutuhan fisiologis akan tidur REM untuk mengimbangi perubahan otak ketika tidur NREM (Benington & Heller, 1994). Apakah mimpi hanyalah efek samping dari aktivitas otak lainnya – tanpa maksud tertentu terhadap orang yang mengalaminya ? perhatikanlah model sintesis – aktivasi yang diajukan oleh J. Allan Hobson dan Robert McCarley (1997; Hobson, 1988). Model ini menyatakan sinyal syaraf yang muncul dari cabang otak dan kemudian menstimulasi area korteks otak. Pelepasan elektrik ini terjadi secara otomatis sekitar 90 menit dan tetap aktif uselama 30 menit atau lebih – dihitung untuk pergantian siklus periode tidur REM dan NREM. Pelepasan ini mengaktifkan otak bagian depan dan area asosiasi dari korteks; pada poin tersebut, mereka memicu ingatan dan hubungan dengan pengalaman masa lalu dari orang yang bermimpi. Menurut pandangan Hobson dan McCarley, tidak terdapat hubungan logis, tidak ada maksud intrinsik, dan tidak ada bagian yang koheren dengan ledakan sinyal elektrik acak ini. Penelitian yang terbaru menyatakan bahwa mimpi tidak sekedar muncul dari cabang otak saja. Bahkan, pengalaman mimpi anda baik yang dikarenakan beberapa bagian otak menjadi lebih aktif – misalnya, bagian yang diasosiasikan dengan emosi – dan karena beberapa menjadi kurang aktif – misalnya, bagian yang diasosiasikan dengan ingatan mengenai pengalaman hidup tertentu (Stickgold dkk, 2001).
Namun, penelitian tentang muatan mimpi masih memberikan tantangan pada teori yang didasarkan pada fisiologis mengenai mimpi ini (Domhoff, 1999). Penelitian tersebut menyatakan, pertama, bahwa muatan mimpi menunjukkan hal yang baik tentang kontinuitas dengan perhatian orang yang bermimpi ketika mereka terbangun. Misalnya, penelitian menggunakan metode pengambilan sampel – pengalaman menyatakan bahwa anak perempuan lebih memikirkan teman mereka yang berlainan jenis daripada teman sesama jenis (Richard dkk, 19978). Penelitian tentang mimpi pada anak usia 9 – 15 tahun menunjukkan perbedaan jenis kelamin yang sama dalam muatan mimpi tentang teman sebaya (Strauch & Lederbogen, 1999). Jenis yang kedua dalam penemuan juga mempertentangkan pernyataan bahwa mimpi hanyalah sinyal acak; selama masa dewasa, keseluruhan muatan mimpi tiap orang masih memiliki banyak kesamaan. Ahli mimpi William Domhoff (1999) menyatakan bahwa stabilitasnya selama bertahun-tahun atau dekade memerlukan batasan otak yang lebih luas dilibatkan dalam muatan mimpi daripada apa yang diberikan pada sinyal acak dalam teori fisiologis.
Anda mungkin menganggap perlu menyimpan rapat-rapat mimpi anda – mencoba menuliskan mimpi anda sesegera mungkin ketika anda terbuka tiap pagi hari – untuk melihat bagaimana mimpi anda berhubungan dengan aktivitas harian anda dan bagaimana muatan mimpi anda berubah atau tetap stabil sepanjang waktu. Kami harus memperingatkan anda, bahwa beberapa orang memiliki kesulitan yang lebih dalam mengingat-ingat mimpi mereka dibanding orang yang lainnya (Wolcott & Strapp, 2002). Misalnya, adalah lebih mudah mengingat mimpi jika anda terbangun ketika periode REM. Jika anda ingin mengingat mimpi anda, anda mungin akan mengubah waktu ketika anda mengeset jam alarm. Juga, orang yang memiliki perilaku yang lebih positif ke arah mimpi nampak menemukan lebih mudah mengingat kembali mimpi mereka. Dalam pengertian tersebut, ketertarikan anda ditunjukkan dalam mimpi anda dengan melakukan penguncian mimpi mungkin akan membantu anda meningkatkan kemampuan anda untuk mengingat mereka.
Di sini terdapat aspek lainnya yang menarik mengenai mimpi : dari waktu ke waktu, kebanyakan orang melaporkan bahwa solusi atas permasalahan yang penting atau gagasan-gagasan baru yang menarik berasal dari mimpi mereka (Shepard, 1978). Kami menawarkan sejumlah contoh. Friedrich Kekule melaporkan bahwa dia menemukan struktur kimia yang sukar dipahami dari benzena dari sebuah mimpi : sebuah rantai molekul yang meyerupai ular tiba-tiba menggigit ekornya sendiri, sehingga membentuk suatu cincin. Elias Howe bermimpi – dia diserang dengan tombak dengan lubang di bagian ujungnya – yang memungkinkan dia untuk menyempurnakan pengembangan dia tentang mesin jahit. Para komposer seperti Mozart dan Schumann telah melaporkan bahwa gagasan musik yang penting berasal dari dalam mimpi mereka.
Mimpi buruk
Ketika suatu mimpi membuat anda takut dengan membuat anda merasa tidak ada yang menolong dan diluar kendali, maka anda mengalami mimpi buruk. Bagi kebanyakan orang, mimpi buruk relatif jarang terjadi. Pada beberapa orang dari 220 sarjana S1 yang menyimpan kunci mimpi harian, frekuensi rata-rata mimpi buruk (diproyeksikan dari periode sampel 2 minggu) sekitar 24 kali dalam setahun (Wood & Bootzin, 1990). Namun, beberapa orang mengalami mimpi buruk lebih sering, kadang kala hampir setiap malam. Misalnya, anak-anak cenderung sering mengalami mimpi buruk daripada orang dewasa (Mindell, 1997). Juga orang yang mengalami kejadian traumatik, seperti pemerkosaan atau perang, bisa mengalami mimpi buruk yang berulang-ulang yang memaksa mereka untuk mengenang kembali beberapa aspek trauma mereka. Mahasiswa yang mengalami gempa bumi besar di area teluk San Fransisco mengalami dua kali mimpi buruk jika dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mengalami gempa bumi – dan, sebagaimana yang mungin anda bayangkan, kebanyakan mimpi buruk adalah tentang dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa bumi (Wood dkk, 1992).
Kami meganggap mimpi buruk berada diluar batas kesadaran pada umumnya. Kami sekarang beralih pada lingkungan dimana orang-orang dengan sengaja meninggalkan pengalaman setiap harinya.
Kedudukan kesadaran
Pada setiap kebudayaan, beberapa orang telah dikecewakan dengan transformasi yang pada umumnya mengenai kesadaran ketika mereka terbangun. Mereka telah mengembangkan praktek yang membawa mereka pada bentuk kesadaran yang hampir sama dengan pengalamann mengubah kedudukan kesadaran. Beberapa praktek ini bersifat individual, seperti meminum obat penenang. Sedagkan yang lainnya, seperti melakukan kegiatan religius tertentu, memberikan upaya untuk melampaui batasan normal pengalaman sadar. Kami mensurvey satu jenis praktek dimana perubahan kedudukan kesadaran diinduksi oleh satu rentang prosedur.
• Mimpi yang jelas
Apakah mungkin untuk mengetahui bahwa anda bermimpi sementara anda bermimpi? teori pendukung tentang mimpi yang jelas (lucis dreaming) telah mendemonstrasikan pengetahuan sadar bahwa bermimpi merupakan keterampilan yang dapat dipelajari – disempurnakan dengan latihan reguler – yang memungkinkan orang yang bermimpi untuk mengendalikan arah mimpi mereka (Gackenbach & LaBerge, 1988; LaBerge & DeGracia, 2000).
Sejumlah metode telah digunakan untuk menginduksi mimpi yang jelas. Misalnya, pada beberapa penelitian mimpi yang jelas, orang yang tidur menggunakan alat membelalakkan mata yang didesain secara khusus yang menyorotkan lampu merah ketika mereka terdeteksi dalam fase tidur REM. Partisipan telah mempelajari sebelumnya bahwa lampu merah adalah isyarat untuk mengetahui secara sadar bahwa mereka tengah bermimpi (LaBerge & Levitan, 1995). Sebagian tahu tengah bermimpi, dan sebagian tidak bagun, orang yang bermimpi berpindah pada kedudukan mimpi yang jelas dimana mereka dapat mengendalikan mimpi mereka, mengarahkan mereka sesuai tujuan pribadi mereka dan membuat hasil mimpi memenuhi kebutuhan mereka tersebut. Kemampuan untuk mengalami mimpi yang jelas dilaporkan meningkat ketika orang tersebut benar-benar meyakini bahwa beberapa mimpi adalah mungkin dan secara reguler melakukan teknik induksi (LaBerge & Rheingold, 1990). Peneliti seperti Stephen LaBerge menyatakan bahwa meningkatkan kendali atas kejadian “yang tidak dapat dikendalikan” dalam mimpi adalah sehat karena ini meningkatkan kepercayaan diri dan menghasilkan pengalaman positif bagi seseorang. Namun, beberapa ahli terapi yang menggunakan analisis mimpi sebagai bagian untuk memahami masalah pasien mereka menentang prosedur tersebut karena mereka merasa bahwa mereka mengubah proses alami dalam bermimpi.
• Hipnotis
Sebagaimana yang digambarkan dalam kebudayaan umum, ahli hipnotis menggunakan kekuatan yang sangat besar menyadarkan atau membuat tidak sadar partisipan. Apakah pandangan tentang hipnotis ini tepat? apakah sebenarnya hipnotis, apakah ciri-cirinya yang penting, dan apakah beberapa hipnotis memiliki kegunaan psikologis yang valid? istilah hipnotis diperoleh dari kata Hypnos, nama dewa tidur Yunani. Namun, tidur tidak memiliki peran dalam hipnotis, kecuali bahwa orang tersebut mungkin dalam beberapa kasus meperlihatkan berada dalam keadaan yang sangat relaks, seperti kondisi waktu tidur. (jika orang benar-benar tertidur, maka mereka tidak dapat merespon hipnotis). Definisi yang luas mengenai hipnotis adalah bahwa ini merupakan suatu keadaan alternatif atau keadaan mengetahui yang dikarakteristikkan oleh kemampuan khusus beberapa orang yang memiliki respon terhadap pernyataan dengan mengubah persepsi, ingatan, motivasi dan pengertian pengendalian diri. Dalam keadaan terhipnotis, partisipan mengalami keadaan responsif yang sangat tinggi dengan perintah dari ahli hipnotis – mereka seringkali merasa bahwa perilaku mereka dilakukan baik tanpa upaya yang memiliki maksud ataupun merupakan suatu upaya sadar.
Para peneliti seringkali tidak sepakat dengan mekanisme psikologis yang terlibat dalam hipnotis (Kirsch & Lynn, 1995, 1998). Beberapa ahli teori terdahulu menyatakan bahwa orang yang terhipnotis memasuki keadaan transisi, jauh berbeda dengan kesadaran ketika mereka terbangun. Sedangkan yang lainnya menyatakan bahwa hipnotis tidaklah lebih dari motivasi yang ditingkatkan. Sedangkan yang lainnya lagi meyakini bahwa ia memiliki jenis peranan sosial, sejenis respons placebo dalam berupaya untuk menuruti ahli hipnotis (lihat bab 2). Kenyataannya, penelitian berada jauh di luar gagasan bahwa hipnotis melibatkan perubahan yang menyerupai transisi khusus dalam kesadaran. Namun, sekalipun individu yang tidak terhipnotis dapat menghasilkan beberapa bagian perilaku yang sama dengan orang yang dihipnotis, di sana nampak terdapat beberapa efek yang ditambahkan dalam hipnotis – proses placebo atau motivasional. Setelah kita membahas induksi hipnotis dan kemampuan untuk menghipnotis, maka kami akan menggambarkan beberapa dampaknya.
Induksi hipnotis dan kemampuan menghipnotis
Hipnotis dimulai dengan sebuah induksi hipnotis, yaitu serangkaian persiapan aktivitas yang meminimalkan gangguan eksternal dan menjadikan partisipan agar hanya berkonsentrasi pada stimulus yang diberikan dan meyakini bahwa mereka tengah memasuki keadaan kesadaran khusus. Aktivitas induksi melaibatkan sugesti untuk menggambarkan pengalaman tertentu atau untuk memvisualkan kejadian atau reaksi. Ketika dilakukan secara berulang-ulang, prosedur induksi berfungsi sebagai sinyal yang dipelajari sehingga partisipan dapat dengan cepat memasuki keadaan hipnotis. Prosedur induksi yang umum menggunakan sugesti untuk relaksasi penuh, tapi beberapa orang dapat terhipnotis dengan induksi isyarat, aktif – seperti membayangkan bahwa mereka tengah melakukan jogging atau mengendarai sepeda (Banyai & Hilgard, 1976).
Tahapan kinerja hipnotis memberikan kesan bahwa kekuatan hipnotis didasarkan pada ahli hipnotis. Namun, faktor tunggal yang paling penting dalam hipnotis adalah kemampuan atau telanta partisipan untuk terhipnotis. Kemampuan hipnotis menggambarkan tingkat dimana seseorang bersifat responsif terhadap sugesti yang distandarisasi untuk mengalami reaksi hipnotis. Di sana terdapat perbedaan yang sangat besar antar individu dalam hal kerentanan, beragam dari yang benar-benar kurang responsif sampai yang sepenuhnya responsif.
Gambar 5.6 menunjukkan persentase orang pada usia kuliah yang menunjukkan beragam level kemampuan hipnotis ketika pertama kali mereka diberikan tes induksi hipnotis. Apakah ini berarti memiliki nilai yang tinggi atau sangat tinggi pada skala tersebut? kapan tes tersebut dilakukan, ahli hipnotis membuat rangkaian sugesti pascahipnotis, memerintahkan pengalaman yang tiap orang lakukan. Kapan ahli hipnotis menyatakan bahwa lengan yang mereka julurkan berada pada batas besi, orang yang sangat terhipnotis cenderung menemukan bawa diri mereka sendiri tidak mampu melipat tangan mereka sendiri. Dengan sugesti yang tepat, mereka cenderung membuang kehampaan. Sebagaiana contoh yang ketiga, orang yang sangat terhipnotis menyatakan bahwa mereka kehilangan kemampuan. Mahasiswa yang mendapat nilai rendah pada skala kemampuan hipnotis mengalami sebagian kecil reaksi ini.
Kemampuan hipnotis merupakan satu atribut yang relatif stabil. Skor bagi orang dewasa relatif sama ketika diukur pada berbagai waktu selama periode 10 tahun (Morgan dkk, 1974). Kenyataannya, ketika 50 orang laki-laki dan perempuan dites ulang setelah 25 tahun dari ujian kemampuan hipnotis mereka, hasilnya mengindikasikan koefisien korelasi yang sangat tinggi 7.1 (Pccione dkk, 1989). Anak-anak cenderung lebih mudah diberikan sugesti ketimbang orang dewasa; puncak kemampuan merespon hipnotis berada sebelum masa dewasa dan terus menurun setelahnya. Terdapat beberapa bukti untuk determinan genetik dari kemampuan hipbotis, karena nilai kembar identik nya lebih menyerupai dengan kembar fraternal (Morgan dkk, 1970). Meskipun kemampuan hipnotis relatif stabil, ini tidak dikorelasikan dengan sifat kepribadian seperti perasaan bersalah atau ketidaknyamanan (Fromm & Shor, 1979; Kirsch & Lynn, 1995). Lebih lanjut, kemampuan hipnotis merefleksikan suatu kemampuan kognitif yang unik untuk menyerap sepenuhnya dalam suatu pengalaman.
Dampak dari hipnotis
Dalam menggambarkan bagaimana kemampuan hipnotis diukur, maka kami telah menyebutkan beberapa pengaruh standar dari hipnotis : sementara berada dalam keadaan terhipnotis, seseorang merespon sugesti tentang kemampuan motorik (misalnya, lengan mereka menjadi tidak dapat dilipat) dan pengalaman perseptual (misalnya, mereka berhalusinasi terbang). Namun, bagaimana kita dapat yakin bahwa perilaku ini muncul dari sifat khusus dari hipnotis dan bukan sekedar keinginan yang kuat pada bagian partisipan untuk mengikuti ahli hipnotis? untuk mengarahkan pertanyaan penting ini, para peneliti seringkali melakukan percobaan yang berkebalikkan dengan kinerja orang yang dihipnotis yang sebenarnya terhadap stimulator.
Dalam hal ini, stimulator barangkali memperkirakan dengan tidak tepat apa yang akan mereka alami, dimana mereka benar-benar terhipnotis. Dari percobaan akan hal ini, kita dapat mempelajari kontribusi independen yang sesungguhnya yang dilakukan hipnotis perbuat pada pengalaman seseorang.
Nilai yang tidak terbantahkan dari hipnotis adalah kemampuannya untuk mengurangi rasa sakit (hipnotyc analgesia). Pikiran anda dapat menguatkan stimulus rasa sakit melalui antisipasi dan ketakutan; anda dapat mengurangi efek psikologis ini dengan hipnotis (Chaves, 1999). Kendali rasa sakit dilakukan melalui berbagai sugesti hipnotis : membayangkan bagian tubuh yang sakit sebagai bagian nonorganik (terbuat dari kayu atau plastik) atau sebagai bagian terpisah dari tubuh, sehingga membuat pikiran seseorang pada suatu liburan dari tubuh dan mengubah waktu dengan berbagai cara. Orang dapat mengendalikan rasa sakit melalui hipnotis bahkan ketika mengalihkan semua perkataan dan gambaran dari kesadaran (Hargadon dkk, 1995). Hipnotis memiliki nilai khusus yang telah terbukti dalam melakukan pembedahan pasien yang tidak dapat mentoleransi anestesia, bagi ibu-ibu yang ingin melahirkan anaknya secara alami, dan bagi pasien kanker yang belajar mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan oleh penyakit dan pengobatannya. Hipnotis diri sendiri (autohypnotis) adalah pendekatan yang paling baik untuk mengendalikan rasa sakit karena pasien kemudian dapat menggunakan kontrol pada rasa sakit apapun yang muncul. Pada penelitian terhadap 86 orang wanita yang menderita kanker metastatik, yang menggunakan hipnotis diri untuk mengendalikan rasa sakit dilaporkan hanya setengahnya yang merasakan sakit seperti yang lainnya (Spiegel dkk, 1989).
Satu catatan akhir untuk hipnotis. Kekuatan hipnotis tidaklah mengesampingkan beberapa kemampuan atau keterampilan khusus dari ahli hipnotis, tetapi lebih pada kemampuan hipnotis dari orang yang dihipnotis. Menjadi terhipnotis tidak melibatkan pemberian kendali personal seseorang; malahan, pengalaman terhipnotis memungkinkan seseorang untuk mempelajari cara baru untuk berlatih mengendalikan sebagaimana yang diajarkan oleh ahli hipnotis – sehingga mereka dapat melatih suatu obyek – sebagai pelaku – bukan orang yang dikenai. Anda harus menyimpan semua ini dalam pikiran anda jika anda melihat satu tahapan dimana orang memperlihatkan tindakan yang aneh dibawah kondisi hipnotis : tahapan dari ahli hipnotis membuat para audiens terhibur secara langsung dengan mendapatkan hiburan dari orang yang melakukan hal-hal tertentu didepan umum sementara orang lain tidak dapat melakukan hal yang sama. Sebagaimana yang digunakan oleh para peneliti dan ahli terapi, hipnotis adalah teknik dengan potensial untuk memungkinkan anda mengeksplorasi dan memodifikasi pengertian anda tentang kesadaran.
• Meditasi
Sebagian besar psikologi agama dan tradisional di negara-negara timur bekerja berdasarkan kesadaran yang jauh dari perhatian keduniawian. Mereka nampak mencari untuk mencapai fokus yang lebih mendalam pada pemahaman diri tentang mental dan spiritual. Meditasi adalah satu bentuk perubahan kesadaran yang didesain untuk meningkatkan pengetahuan diri dan kesejahteraan dengan mencapai ketenangan yang sesungguhnya. Selama meditasi konsentratif, seseorang dapat fokus dan mengatur nafas, mengambil posisi tubuh tertentu (posisi yoga), meminimalkan stimulasi eksternal, menghasilkan gambaran mental tertentu, atau membebaskan pikiran dari semua hal. Sebaliknya, selama meditasi mindfullness (kesadaran), seseorang belajar untuk melepaskan ungkapan dan ingatan dengan bebas melalui pikiran tanpa bereaksi dengan mereka.
Penelitian seringkali difokuskan pada kemampuan meditasi untuk membebaskan kegelisahan dari seseorang yang harus bekerja pada lingkungan yang penuh tekanan (Anderson dkk, 1999; Shapiro dkk, 1998). Misalnya, meditasi mindfulness (kesadaran) diberlakukan sebagai dasar untuk pengurangan tekanan berdasarkan kesadaran (Kabat – Zinn, 1990). Dalam salah satu studi delapan minggu pelatihan meditasi kesadaran, pada bagian akhir intrevensi ini, sang wanita dilaporkan merasakan kegelisahan yang berkurang secara konsisten daripada yang mereka rasakan sebelum penelitian (Tacon dkk, 2003). Wanita pada kelompok kontrol tidak mengalami kemajuan dalam laporan kegelisahan mereka. Karena merasakan kegelisahan memainkan suatu peran dalam perkembangan penyakit jantung, maka hasil ini memberikan bukti bahwa pikiran dapat membantu penyembuhan tubuh (kami akan kembali pada tema ini ketika kami membahas tentang psikologi kesehatan pada bab 12).
Para pratisi meditasi menyatakan bahwa, ketika dilakukan secara terus menerus, beberapa bentuk meditasi dapat meningkatkan kesadaran, membantu mencapai penerangan dengan memungkinkan seseorang untuk melihat hal yang serupa dengan cara yang baru, dan persepsi dan ungakapan bebas dari batasan automatik, bagian yang dipelajari dengan baik. Beberapa peneliti menyatakan bahwa praktek meditasi yang dilakukan terus menerus memindahkan pikiran dari batasnya yang disebut dengan psikologi barat – dan bahkan peningkatan intelegensi yang diukur (IQ; lihat bab 9) dan kinerja kognitif (Cranson dkk, 1991). Seorang guru meditasi penganut agama budha yang terkemuka, Nhat Hanh (1991) menyarankan pemahaman tentang bernafas dan apresiasi sederhana tentang hal di sekitar anda dan tindakan-tindakan setiap hari sebagai satu bagian keseimbangan psikologis.
• Halusinasi
Dalam lingkungan yang tidak biasanya, satu gangguan pada masalah keasadaran biasa terjadi ketika seseorang melihat atau mendengar suatu hal yang tidak biasanya nampak. Halusinasi merupakan persepsi yang nampak yang terjadi pada ketidakberadaan stimulasi obyektif; mereka merupakan sebuah konstruksi mental dari perubahan realita seseorang. Hal ini berbeda dengan ilusi, yang merupakan distorsi perseptual dari stimulus yang nyata. Perhatikan gambar 5.7. kebanyakan orang melihat sebuah segitiga dari gambar tersebut, meskipun tidak sebenarnya terdapat padanya. Namun, kita tidak ingin menyebutnya sebagai halusinasi karena segitiga yang nampak sebagai sebuah konsekuensi dari proses normal yang anda gunakan untuk merasakan dunia. Anda dapat membuat segitiga ilusi ini menghilang dengan memikirkan ulang sendiri bahwa hal tersebut tidak nyata. Berkebalikkan dengan ilusi, halusinasi merupakan pengalaman seseorang, yang tidak dibagi dengan orang lain dalam sebuah situasi. Beberapa halusinasi terjadi sangat singkat; jika seseorang mendemonstrasikan dengan cepat kepada diri mereka sendiri ketidaknyataan dari sebuah halusinasi – dengan memeriksa realita yang berlawanan – pengalaman dapat berakhir. Namun pada beberapa kasus, orang tidak dapat menghilangkan realita dari halusinasi mereka, dan dan halusinasi dapat digunakan untuk mempengaruhi hidup mereka (Siegel, 1992).
Halusinasi dimunculkan oleh keadaan bangun yang diperkuat, kedudukan akan kebutuhan yang begitu kuat, atau ketidakmampuan untuk menekan ungkapan ancaman. Mereka juga terjadi ketika otak mengalami suatu jenis stimulasi yang tidak biasanya – misalnya, ketika demam tinggi, kambuhnya epilepsi, dan sakit kepala migrain – atau pada pasien dengan gangguan mental yang cukup berat, yang merespon pada kejadian mental pribadi sebagaimana jika mereka diberi stimulus sensorik eksternal. Halusinasi juga seringkali diinduksi oleh obat-obatan psikoaktif, seperti LSD dan peyote, sebagaimana yang diakibatkan oleh konsumsi alkohol pada beberapa kasus kecanduan alkohol (halusinasi ini disebut delirium tremens, atau DTs). Halusinasi yang diinduksi secara kimiawi ini dipercepat oleh efek obat-obatan pada otak.
Pada beberapa lingkup kebudayaan dan agama, halusinasi merupakan satu kejadian yang diharapkan dan penting (Siegel, 1992). Pada lingkungan ini, halusinasi diinterpretasikan sebagai pandangan mistik yang memberikan status khusus pada suatu penglihatan. Sehingga, dalam lingkup yang lain, persepsi gambaran dari kontak langsung dengan kekuatan spiritual mungkin bisa dikatakan sebagai sebuah tanda penyakit mental atau diiinginkan sebagai tanda keberkahan khusus. Evaluasi atas status mental seperti itu seringkali sangat tergantung pada penilaian orang-orang yang mengamati sebagai muatan pengalaman perseptual itu sendiri.
• Kecanduan religius
Meditasi, sembahyang, puasa dan komunikasi spiritual, semuanya memberikan kontribusi pada pengalaman religius yang dahsyat. Bagi William James (1902), pengalaman religius merupakan pengalaman psikologis yang unik yang dikarakteristikkan oleh suatu pemahaman tentang keesaan dan hubungan yang erat antar kejadian, kenyataan dan kejelasan dari suatu pengalaman, dan ketidakmampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa yang biasanya, kealamian keseluruhan pengalaman. Bagi kebanyakan orang, pengalaman religius jelas-jelas bukan bagian dari kesadaran yang umumnya terjadi pada mereka.
Terdapat sebagian kecil pengalaman religius yang lebih kuat daripada hantu orang suci Appalachia. Keyakinan dan tindakan mereka menciptakan satu bentuk yang unik tentang keasadaran yang memungkinkan mereka untuk melakukan beberapa hal yang luar biasa. Misalnya layanan gereja, mereka mereka memegang ular yang sangat beracun dan mematikan, meminum racun strychnin, dan memegang bara api. Untuk mempersiapkan pengalaman ini, mereka mendengarkan upacara yang sangat panjang dan ikut serta dalam nyanyian yang sangat keras, terus menerus dan berputar-putar dan menari.
Penelitian psikologis mengenai anggota kelompok penganut kepercayaan naga menemukan diri mereka diterima dengan baik oleh orang yang menerima dukungan psikologis dan sosial yang sangat kuat yang menjadi bagian dari kelompok. Mengikuti “sinyal dari para roh” memberikan mereka “penghargaan yang sebanding ada aspek lainnya dalam kehiduan mereka” (Watterlond, 1983).
• Obat-obatan yang merubah pikiran
Semenjak jaman kuno, orang-orang telah menggunakan obat-obatan untuk mengubah persepsi mereka tentang realita. Terdapat bukti arkeolog atas penggunaan biji-bijian yang tidak dilarang (mescal bean) selama lebih dari 10.000 tahun di Amerika serikat bagian barat daya dan Meksiko. Suku Aztec kuno memfermentasi mescal bean menjadi sebuah tuak. Sejak jaman kuno, orang di Amerika selatan dan utara juga mengkonsumsi teonanacatl, jamur psilocybe yang juga disebut dengan “daging dewa”, sebagai bagian dari suatu ritual. Sedikit dosis dari jamur ini akan menghasilkan halusinasi yang sangat kuat.
Di kebudayaan barat, obat-obatan kurang diasosiasikan dengan ritual komunitas yang dianggap suci daripada dengan rekreasi. Orang-orang yang keluar dari dunia dengan mengambil obat-obatan untuk relaks, mengatasi stres, mencegah berhadapan dengan realita sekarang yang tidak menyenangkan, merasa nyaman dalam situasi sosial, atau mengalami kedudukan peralihan dalam kesadaran. Lebih dari 100 tahun yang lalu, William James – yang telah beberapa kali dinyatakan sebagai pendiri psikologi di AS – melaporkan dalam eksperimennya yang berkaitan dengan perubahan pikiran akibat obat-obatan. Setelah menghirup oksida nitrogen, James menjelaskan bahwa “kunci eksperimen adalah perasaan yang muncul sangat luar biasa mengenai iluminasi metafisik yang dahsyat. Kebenaran dilandaskan pada pandangan yang jauh dibawah dari kebanyakan bukti yang tidak jelas. Pikiran melihat semua hubungan logis dari suatu hal yang bersifat pelik dan seketika itu juga terjadi dengan apa yang ditawarkan oleh kesadaran normalnya tidaklah paralel” (James, 1882 : 186). Sehingga ketertarikan James pada studi tentang kesadaran diperluas menjadi studi tentang keadaan peralihan yang diinduksi oleh diri sendiri.
Sebagaimana yang akan kita lihat pada bab 15, obat-obatan yang memiliki satu dampak terhadap keadaan psikologis seseorang seringkali merupakan aspek kritis dari perlakuan terhadap gangguan psikologis. Kenyataannya, sebagaimana yang kami indikasikan pada tabel 5.1, banyak jenis obat-oatan yang memiliki kegunaan medis yang penting. Sedangkan, banyak orang yang menggunakan obat-obatan yang tidak diperuntukkan untuk meningkatkan kesehatan jasmani maupun psikologis. Pada suatu survey pada tahun 2001 pada warga negara AS, hampir 70.000 responden usia 12 tahun dan lebih, 12.6% dilaporkan menggunakan satu atau lebih obat-obatan haram selama beberapa tahun terakhir (Substance Abuse and Mental Health Servise Administration, SAMHSA, 2003). Tingkatnya lebih tinggi bagi orang yang berada pada akhir usia belasan – 32.8% dari anak usia 16 – 17 tahun dan 36.8% dari usia 18 – 20 tahun dilaporkan menggunakan beberapa obat-obatan haram. Tambahan, 63.7% orang yang ada disampel mengkonsumsi alkohol kadang kala selama setahun sebelum survey, dan 29.1% merokok. Gambaran ini mendukung pentingnya pemahaman konsekuensi psikologi dan fisiologis dari penggunaan obat-obatan.
Ketergantungan dan kecanduan
Obat-obatan psikoaktif merupakan bahan kimia yang mempengaruhi proses mental dan perilaku dengan mengubah secara berkala pengetahuan akan kesadaran. Pada otak, mereka menyerang bagian reseptor sipnatik, memblok atau menstimulasi reaksi tertentu. Dengannya,, mereka sangat mempengaruhi sistem komunikasi otak, menyebabkan persepsi, ingatan, mood dan perilaku. Namun, penggunaan yang terus berlangsung dari obat-obatan tersebut menimbulkan toleransi – dosis yang diperlukan lebih besar untuk memperoleh efek yang sama. Dari segi lain toleransi merupakan ketergantungan fisologis, sebuah proses dimana tubuh menjadi terbiasa dan tergantung pada suatu bahan kimia, karena neurotransmiter dikosongkan dengan keberadaan obat-obatan secara terus menerus. Hasil tragis dari toleransi dan ketergantungan ini adalah kecanduan. Seseorang yang kecanduan membutuhkan obat dalam tubuhnya dan menderita rasa sakit yang meninggalkan symptom (menggigil, berkeringat, keluar ingus dan pada beberapa kasus kecanduan alkohol, bahkan kematian) jika obat tersebut tidak diberikan.
Ketika seseorang menemukan kegunaan sebuah obat begitu diinginkan atau begitu menyenangkan merupakan perkembangan yang diharapkan, tanpa atau dengan kecanduan, kondisi ini disebut ketergantungan psikologis. Ketergantungan psikologis dapat terjadi tanpa adanya obat sekalipun. Hasil ketergantungan obat adalah bahwa gaya hidup seseorang menjadi berkutat seputar kegunaan obat begitu memenuhi kapasitasnya untuk berfungsi menjadi terbatas atau terganggu. Tambahan, biaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan harian akan obat merupakan hal yang menyebabkan seseorang ketagihan untuk melakukan perampokkan, pemerkosaan, prostitusi atau menjajakan obat.
Jenis-jenis obat psikoaktif
Obat-obatan psikoaktif yang umumnya digunakan telah didaftar pada tabel 5.1 (pada bab 15, kami akan membahas jenis obat-obatan psikoaktif lainnya yang digunakan untuk menghilangkan penyakit mental). Kita akan menggambarkan dengan jelas bagaimana tiap kelas obat-obatan mencapai dampak fisiologis dan psikologisnya. Kami juga akan menggaris bawahi konsekuensi personal dan masyarakat dari penggunaan obat-obatan.
Perubahan yang paling dramatik pada kesadaran diakibatkan oleh obat-obatan disebut halusinogen atau psikodeliks; obat-obatan ini mengubah persepsi tentang lingkungan eksternal dan pemahaman dari dalam diri. Sebagaimana nama yang digunakan, obat-obatan ini seringkali menciptakan halusinasi dan kehilangan batasan antara diri sendiri dan bukan diri sendiri. Tiga zat yang paling halusinogen adalah LSD, PCP, dan MDMA (yang lebih dikenal dengan ekstasi), yang disintesa di dalam laboratorium. Obat-obatan halusinogen pada dasarnya bekerja pada otak dengan mempengaruhi kegunaan senyawa kimia serotonin (Aghajanian & Marek, 1999). Misalnya, LSD mengikat dengan sangat kuat reseptor serotonin sehingga neuron menghasilkan aktivasi yang diperpanjang. Ekstasi menyebabkan sel-sel syaraf melepaskan jumlah serotonin yang lebih banyak daripada yang biasanya, sehingga reseptor serotonin terlalu terstimulasi. Penelitian menyatakan bahwa dosis ekstasi yang berulang dapat menyebabkan kerusakan pada neuron serotonin. Misalnya, sekalipun setelah satu tahun mereka berhenti menggunakan obat, pengguna ekstasi sebelumnya menunjukkan keabnormalan pada fungsi serotonin (Gerra dkk, 2000).
Cannabis merupakan tanaman dengan pengaruh psikoaktif. Senyawa aktifnya adalah THC, ditemukan baik pada bashish (resin yang dipadatkan dari tanaman) dan marijuana (daun-daunan dan bunga yang dikeringkan dari tanaman). Pengalaman yang ditimbulkan dari menghirup THC tergantung pada dosisnya – dosis yang kecil memberikan pengaruh ringan, sedangkan dosis yang agak tinggi dan banyak menghasilkan reaksi halusinogenik yang lama. Pengguna pada umumnya melaporkan euphoria, merasa senang, distorsi ruang dan waktu, dan biasanya merasakan tubuh melayang. Namun, tergantung pada konteks, pengaruh bisa saja negatif – ketakutan, kegelisahan, dan kebingungan. Para peneliti telah mengenal beberapa tahun tentang cannabinoid, senyawa aktif dalam marijuana, mengikat reseptor khusus pada otak – reseptor cannabinoid ini biasanya terdapat pada hippocampus, bagian otak yang terlibat dalam memori. Namun, hanya pada dekade yang lalu, penelitian menemukan anandamide, sebuah neurotransmiter yang berikatan dengan reseptor yang sama (Di Marzo dkk, 1994; Stahl, 1998). Yaitu, cannabinoid menerima efek perubahan pikiran pada sisi otak yang sensitif terhadap anandamide, senyawa yang terbentuk secara alami pada otak. Fungsi cannabinoid ini terbentuk secara alami sebagai neuromodulator. Misalnya, mereka menekan pelepasan neurotrasmiter GABA (Wilson & Nicoll, 2002).
Opium, seperti heroin dan morfin, menekan sensasi fisik dan respon pada stimulasi. Efek pertama dari satu suntikan heroin ke dalam pembuluh darah memberikan perasaan senang yang sangat dari euforia yang menggantikan semua kekhawatiran dan pegetahuan akan kebutuhan badan. Penggunaan heroin seringkali membawa pada kecanduan. Pada bab 3, kami mencatat bahwa otak terdiri atas endorphin (singkatan dari endogenous morphines) yang menghasilkan efek yang sangat kuat pada mood, rasa sakit, dan kesenangan. Obat-obatan seperti opium dan morfin mengikat pada sisi reseptor yang sama pada otak (Harrison dkk, 1998; Reisine, 1995). Sehingga, baik opium dan sebagaimana yang telah kami gambarkan pada paragraf sebelumnya, marijuana menerima efeknya karena mereka memiliki komponen aktif yang hampir sama dengan sifat kimiawi pada senyawa yang terbentuk secara alami pada otak. Ketika reseptor syaraf distimulasi secara buatan, maka otak kehilangan keseimbangannya.
Senyawa-senyawa depresan meliputi barbitura dan yang kebanyakan dikenal, alkohol. Senyawa ini cenderung memberikan tekanan (kelemahan) pada aktivitas mental dan fisik tubuh dengan menghalangi atau menekan transmisi impuls syaraf pada sistem syaraf pusat. Depresan mencapai efeknya, dengan memfasilitasi komunikasi syaraf pada sinapsis yang menggunakan neurotransmiter GABA (Delaney & Sah, 1999; Malizia & Nutt, 1995). GABA seringkali berfungsi untuk menghalangi transmisi syaraf, yang menjelaskan mengapa depresan menghalangi hasil keluaran. Pada beberapa tahun sekarang ini, dua depresan, robypinol (yang lebih dikenal dengan roofles) dan GHB, mendapat reputasi sebagai “obat perangsang”. Kedua senyawa tersebut dapat dibuat sebagai larutan berwarna sehingga mereka dapat ditambahkan pada alkohol atau minuman lainnya tanpa terdeteksi. Dengan cara tersebut, korban dapat ditenangkan dan dirangsang. Tambahan, robypinol menyebabkan amnesia, sehingga korban mungkin tidak mengingat kejadian yang terjadi sementara mereka berada dibawah pegaruh obat.
Alkohol jelas kelihatan sebagai salah satu senyawa psikoaktif yang pertama kali digunakan secara meluas pada awal kehidupan manusia. Dibawah pengaruhnya, beberapa orang menjadi konyol, ngelantur, bersahabat dan banyak bicara, sedangkan beberapa orang lainnya menjadi kasar dan jahat; sementara yang lainnya menjadi begitu tertekan. Alkohol nampak menstimulasi untuk melepaskan dopamine, yang meningkatkan perasaan senang. Juga, sebagaimana depresan yang lainnya, ini nampak mempengaruhi aktivitas GABA (De Witte, 1996). Pada dosis kecil, alkohol dapat menginduksi relaksasi dan jelas-jelas meningkatkan kecepatan orang dewasa dalam bereaksi. Namun, tubuh hanya dapat mengalahkan alkohol dengan lambat, dan menambah jumlah yang dikonsumsi pada periode waktu yang pendek melemahkan sistem syaraf pusat. Kecelakaan mengemudi dan akibat fatalnya terjadi enam kali atau lebih pada individu yang mengandung 0.1% alkohol dalam darahnya daripada orang yang mempunyai setengah jumlah tersebut. Cara lain mabuk yang disebabkan oleh alkohol memberikan kontribusi pada kecelakaan dengan melebarkan pupil mata, sehingga menyebabkan permasalahan penglihatan dimalam hari. Ketika level alkohol dalam darah meningkat 0.15%, maka terdapat efek negatif yang cukup besar pada cara berpikir, memori, dan penilaian, selama terjadi ketidakstabilan emosi dan kehilangan koordinasi motorik.
Konsumsi alkohol yang berlebihan merupakan masalah utama sosial di AS. Alkohol dikaitkan dengan kecelakaan mobil membawa pada kasus kematian diantara orang yang berusia 15 dan 25 tahun. Ketika jumlah dan frekuensi minum mengganggu kinerja dalam bekerja, merusak hubungan keluarga dan sosial, dan menyebabkan permasalahan kesehatan serius, maka diagnosis alkoholisme adalah benar. Ketergantungan, toleransi dan kecanduan fisik semua berkembang seiring dengan intensitas minum yang bertambah. Untuk beberapa orang, alkoholisme diasosiasikan dengan ketidakmampuan untuk menolak minum. Sedangkan bagi yang lainnya, alkoholisme memanifestasi diri sendiri sebagai suatu ketidakmampuan untuk berhenti minum sekali ketika orang mengambil sedikit minuman. Pada suatu survey yang dilakukan tahun 2001, 13.6% usia 18 – 25 tahun dilaporkan termasuk peminum berat – didefinisikan sebagai orang yang meminum 5 atau lebih minuman pada saat yang sama tiap lima hari atau lebih dalam waktu periode 1 bulan (SAMHSA, 2003). Namun, untuk semua usia, rata-rata lebih tinggi pada laki-laki (9.2%) daripada wanita (2.6%).
Stimulan, sperti amfetamin, metafetamin dan kokain, membuat pengguna obat tetap terjaga dan menginduksi keadaan euforia. Stimulan mencapai efeknya dengan meningkatkan level neurotransimter otak seperti norepineferin, serotonin dan dopamine. Misalnya, stimulan bereaksi pada otak untuk mencegah aksi molekul yang biasanya memindahkan dopamine dari sinapsis (Giros dkk, 1996). Penyalahgunaan jangka panjang dari kokain bisa menyebabkan perubahan pada sistem otak yang mengatur perasaan senang (Gawin, 1991). Stimulan memiliki tiga efek utama yang nampak pada para penggunanya : meningkatkan kepercayaan diri, memperbesar energi dan kewaspadaan berlebihan, dan perubahan mood mendekati euforia. Pengguna berat mengalami halusinasi yang menakutkan dan mengembangkan keyakinan bahwa orang lain berbahaya bagi mereka. Keyakinan ini disebut khayalan paranoid. Bahaya khusus yang ditimbulkan oleh penggunaan kokain berlawanan antara tingginya euforia dan depresif yang sangat rendah. Ini membawa para penggunanya untuk meningkatkan frekuensi penggunaan dan dosis obat yang tidak terkontrol.
Dua stimulan yang mungkin sering anda lihat sebagai obat-obatan psikoaktif adalah kafein dan nikotin. Sebagaimana yang anda ketahui melalui pengalaman, dua cangkir kopi atau teh memberikan kafein yang cukup untuk memberikan efek yang kuat pada jantung, darah dan fungsi sirkulasi dan membuat anda sukar tidur. Nikotin, suatu senyawa yang ditemukan pada tembakau, merupakan stimulan yang cukup kuat jika digunakan pada konsentrasi tinggi oleh shaman penduduk asli amerika untuk mencapai keadaan tidak sadar atau mistis. Namun tidak sama pada beberapa pengguna modern, shaman tahu bahwa nikotin bersifat aditif, dan mereka benar-benar hati-hati dalam memilih ketika mengetahui dampaknya. Seperti halnya obat-obatan aditif lainnya, nikotin meniru senyawa kimia yang secara alami dilepaskan oleh otak. Kenyataannya, penelitian telah menemukan daerah aktivasi otak yang umum mengalami kecanduan pada nikotin dan kokain (Pich dkk, 1997). Senyawa kimia dalam nikotin menstimulasi reseptor yang membuat anda merasa baik kapanpun anda melakukan sesuatu dengan benar – sebuah fenomena yang membantu unuk bertahan hidup. Sayangnya, nikotin mengganggun reseptor otak yang sama untuk merespon sebagaimana apakah hal tersebut baik bagi anda ketika anda merokok. Sekali-kali bukan. Sebagaimana yang anda ketahui, merokok jauh dari kebaikan bagi kesehatan anda.
Kami mulai bab ini dengan meminta anda untuk mengingat kejadian masa lalu anda dan merencanakan masa depan anda. Ektivitas umum ini memungkinkan kita sekalipun memperlihatkan pertanyaan yang menarik seputar kesadaran. Darimanakah pikiran anda berasal? Bagaimana mereka muncul? Kapan mereka muncul? Sekarang anda telah mempelajari beberapa teori yang dapat diterapkan pada pertanyaan ini dan bagaimana hal ini mungkin untuk menguji teori-teori tersebut. Anda telah mengetahui bahwa kesadaran pada akhirnya memungkinkan anda untuk memperoleh rentang pengalaman yang luas untuk mendefinisikan anda sebagai manusia.
Kami juga meminta nada untuk mempertimbangkan beberapa penggunaan kesadaran yang muncul tidak seperti biasanya. Mengapa kami bertanya, apakah orang menjadi tidak terpuaskan dengan kerja pikiran mereka setiap harinya dan mencari perubahan kesadaran mereka dalam berbagai cara? Biasanya, anda hanya memfokuskan pada pemenuhan tuntutan tugas dan situasi yang anda hadapi. Namun, anda mengetahui bahwa ketidakleluasaan yang didasarkan opada realita pada kesadaran anda. Anda menyadari mereka membatasi rentang dan kedalaman pengalaman anda dan tidak memungkinkan anda untuk memenuhi potensi anda. Mungkin, pada saat itu, anda lama untuk mencapai landasan batas realita yang sesungguhnya. Anda mencari ketidakpastian kebebasan bahkan mencari rasa aman pada umumnya.
IKHTISAR POIN-POIN UTAMA
Muatan-muatan kesadaran
Kesadaran merupakan sebuah pengetahuan akan muatan-muatan dalam pikiran.
Muatan-muatan dalam kesadaran orang yang terjaga berkebalikkan dengan proses bawah sadar, ingatan prasadar, informasi yang tidak sadar, ketidaksadaran dan pengetahuan sadar.
Teknik penelitian seperti protokol berpikir dengan keras dan pengambilan sampel pengalaman digunakan untuk mempelajari muatan-muatan kesadaran.
Fungsi-fungsi kesadaran
Kesadaran membantu anda untuk bertahan hidup dan memungkinkan anda untuk menkonstruksi realita baik secara personal maupun kultural.
Para peneliti telah mempelajari hubungan antara proses sadar dan proses bawah sadar.
Tidur dan mimpi
Irama circadian merefleksikan operasi jam biologis.
Bagian aktivitas otak berubah sepanjang rangkaian tidur di malam hari. Tidur REM disinyalir oleh gerakan mata yang cepat.
Jumlah tidur dan proporsi relatif tidur REM menjadi NREM berubah seiring dengan usia.
Tidur REM dan NREM memberikan fungsi yang berbeda, termasuk konservasi dan restorasi.
Gangguan tidur seperti insomnia, narcolepsy, dan sleep apnea memiliki satu dampak negatif pada kemampuan orang untuk berfungsi selama jam kerja. Rasa kantuk disiang hari juga merupakan masalah yang serius dan mewabah.
Freud menyatakan bahwa muatan dari mimpi merupakan material bawah sadar yang munculkan oleh sebuah sensor ketika tidur.
Pada kebudayaan lain, mimpi diinterpretasikan biasanya oleh orang dengan peran kultural khusus.
Beberapa teori mimpi difokuskan pada penjelasan biologis untuk mimpi asal mula.
Kedudukan kesadaran yang dirubah
Mimpi yang jelas merupakan suatu pengetahuan ketika seseorang bermimpi, dalam suatu upaya untuk mengendalikan mimpi.
Hipnotis merupakan salah satu perubahan kedudukan kesadaran yang dikarakteristikkan oleh kemampuan orang yang dapat dihipnotis untuk mengubah persepsi, motivasi, ingatan dan pengendalian diri dalam memberikan respon pada sugesti yang diberikan.
Meditasi merubah pemfungsian sadar melalui praktek ritual yang memfokuskan perhatian jauh dari perhatian eksternal kepada pengalaman yang lebih mendalam.
Halusinasi merupakan persepsi dari gambaran hidup yang terjadi pada ketiadaan stimulasi obyektif.
Pada beberapa kelompok kebudayaan, orang mengalami pengalaman religius yang sangat dahsyat.
Obat-obatan psikoaktif mempengaruhi proses mental melalui perubahan kesadaran secara berkala sebagaimana mereka memodifikasi aktivitas sistem syaraf.
Diantara obat-obatan psikoaktif yang mempengaruhi kesadaran adalah halusinogen, opium, depresan, dan stimulan.
Selasa, 05 Mei 2009
Langganan:
Komentar (Atom)