PENELITIAN TINDAKAN
(Ricky Susiono, Suprayitno, Usman Nasution)
Pendahuluan
Beberapa tahun terakhir ini berkembang dengan pesat sebuah model penelitian eksperimen yang dapat dikatakan “tidak kaku”, tetapi sebaliknya justru menuntut adanya perkembangan. Penelitian yang dimaksud adalah penelitian tindakan. Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap dan menyeluruh berikut disampaikan uraian khusus tenteng model penelitian tersebut secara agak panjang mengingat jenis penelitian tersebut semakin menjadi trend.
Ketika model penelitian tindakan ini mulai diperkenalkan, banyak ilmuan yang tidak setuju, dan beranggapan bahwa penelitian tindakan ini kurang ilmiah, karena dilakukan dengan coba-coba namun setelah diketahui hasilnya bermanfaat, dan memang dilakukan secara sistematis dan menggunakan langkah-langkah yang benar maka semaraklah perkembangannya. Kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, muncul sebuah pendekatan penelitian yang langsung menjadi terkenal. Pendekatan tersebut dikenal dengan nama penelitian tindakan kelas, dari negeri asal yang berbahasa Inggris dengan istilah Classroom Action Research yang disingkat CAR. Penelitian tersebut muncul karena adanya kesadaran pelaku kegiatan yang merasa tidak puas dengan hasil kerjanya. Dengan didasari atas kesadaran sendiri, pelaku yang bersangkutan mencoba menyempurnakan pekerjaannya dengan cara melakukan percobaan yang dilakukan secara berulang-ulang, prosesnya diamati dengan sungguh-sungguh sampai mendapat proses yang dirasakan memberikan hasil yang lebih baik dari semula. Mengingat bahwa permasalahan pendidikan itu tidak hanya terjadi di kelas saja, tetapi juga di luar kelas namun masih di dalam lingkup kerjanya. Oleh karena itu istilah penelitian tindakan kelas (PTK) dapat dimaknai terlalu sempit. Istilah yang lebih luas dan luwes adalah penelitian tindakan (PT) saja.
Pembahasan
1. Pengertian
Menurut pengertiannya penelitian tindakan adalah penelitian tentang hal-hal yang terjadi di masyarakat atau kelompok sasaran, dan hasilnya langsung dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan. Ciri atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dan kolaburasi antara peneliti dengan anggota kelompok sasaran. Penelitian tindakan adalah salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan inofasi “dicoba sambil berjalan” dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya, pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat saling mendukung satu sama lain. Sebagai sebuah proses investigasi terkendali yang bersiklus dan bersifat reflektif mandiri, yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi, kompetensi, atau situasi.
Elliot (1982 dalam Mc Niff, 1992) merumuskan penelitian tindakan sebagai situasi sosial dengan pandangan untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya, seluruh proses, review, diagnosis, rancangan, implementasi, efek monitoring yang menghadirkan hubungan (link) antara pengembangan professional dan evaluasi diri.
Stenhouse (1975: 79 dalam Tas Hak Kori,e.a, 1998) tokoh terkemuka penelitian tindakan mengatakan perlakuan guru terhadap anak ibarat tukang kebun yang memperlakukan setiap tanaman berbeda sesuai dengan kebutuhannya, dan bukan seperti petani yang menstandarisasikan perlakuan sebagai tanaman yang di standarisasikan pertumbuhannya. Masalah yang lebih mendalam adalah tindakan yang bermakna. Interaksi guru-murid atau murid-murid akan menghasilkan belajar yang efektif atau akan menterjadikan tindakan yang bermakna.
2. Sifat dan Tujuan
Dengan sifat dan tujuan yang seperti itu maka penelitian tindakan yang dilakukan harus memenuhi bebrapa prinsi sebagai berikut;
a. Permasalahan atau topik yang dipilih harus memenuhi kriteria, yaitu benar-benar nyata dan penting, menarik perhatian dan mampu ditangani, serta berada dalam jangkauan kewenangan peneliti untuk melakukan perubahan.
b. Kegiatan penelitian, baik interfensi maupun pengamatan yang dilakukan tidak boleh smpai mengganggu atau menghambat kegiatan utama.
c. Jenis intervensi yang dicobakan harus efektif dan efisien, artinya terpilih dengan tepat sasaran dan tidak memboroskan waktu, dana dan tenaga
d. Metodologi yang digunakan haruslah rinci dan terbuka, setiap langkah dari tindakan harus dirumuskan dengan tegas sehingga orang yang berminat terhadap penelitian tersebut dapat mengecek setiap hipotesis dan pembuktiannya.
e. Kegiatan penelitian diharapkan dapat merupakan proses kegiatan yang berkelanjutan (on-going), mengingat bahwa pengembangan dan perbaikan terhadap kualita tindakan memang tidak dapat terhenti tetapi menjadi tantangan sepanjang waktu.
3. Prinsip Penelitian Tindakan
Ciri terpenting dari penelitian tindakan adalah bahw apenelitian tersebut suatu upaya untuk memecahkan masalah, sekaligus mencari dukungan ilmiahnya dai cirri tersebut maka penelitian tindakan dapat dilakukan dengan tujuan, setting dan lokasinya yang sekaligus tertuang dalam namanya antara lain;
a. Penelitian tindakan partisipatori, yaitu kegiatan penelitiian yang dilakukan dengan menekankan keterlibatan masyarakat agar merasa ikut serta berniat ikut serta memiliki program kegiatan tersebut serta berniat ikut aktif memecahkan masalah berbasis masyarakat
b. Penilitian tindakan kritis, yaitu penelitian yang dilakukan dengan menekankan adanya niat yang tinggi untuk bertindak memecahkan masalah dan menyempurnakan situasi
c. Penelitian tindakan kelas, yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru ke kelas atau di sekolah tempat mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran
d. Penelitian tindakan institusi yaitu penelitian yang dilakukan oleh peihak pengelola sekolah sebagai sebuah organisasi pendidikan untuk meningkatkan kinerja, proses dan produktivitas lembaga.
4. Model Penelitian Tindakan
Ahli yang pertamakali menciptakan model penelitian tindakan adalah Kurt Lewin, model yang dikembangkannya didasarkan atas konsep pokok bahwa penelitian tindakan terdiri dari empat komponen pokok yang juga menunjukkan langkah, yaitu:
a. Perencanaan atau planning
b. Tindakan atau action
c. Pengamatan atau observing
d. Reflesi atau reflecting
Hubungan dari kempat komponen tersebut menunjukkan sebuah siklus atau kegiatan berulang “siklus” inilah yan sebetulnya menjadi salah satu cirri utama dari penelitian tindakan, yaitu bahwa penelitian tindakan harus dilaksanakan dalam bentuk siklus, bukan hanya satu kali intervensi saja.
Model Visualisasi yang disusun Kurt Lewin
Model Kurt Lewin yang terdiri dari empat komponen tersebut kemudian dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggar, kedua ahli ini memandang komponen sebagai langkah dalam siklus, sehinga mereka menyatukan dua komponen yang kedua dan ketiga yaitu tidakan dan pengamatan sebagai satu kesatuan. Hasil dari pengamatan ini kemudian dijadikan dasar sebagai langkah berikutnya yaitu refleksi - mencermati apa yang sudah terjadi – (reflecting). Dari terselesaikannya refleksi lalu disusun sebuah modifikasi yang diaktualisasikan ke dalam bentuk rangkaian tindakan dan pengamatan lagi, begitu seterusnya. Jangka waktu untuk suatu siklus dan langkah-langkah dalam suatu siklus sangat tergantung konteks dan seting permasalahannya, bias jadi dalam bilangan hari atau minggu tetapi dapat juga dalam hitungan semester atau bahkan tahun.
Model Visualisasi Bagan yang disusun oleh Kemis dan Mc Taggart
Refleksi
Perencanaan
Perlakuan & Pengamatan
Perencanaan
Refleksi
Perlakuan & Pengamatan
Sebenarnya ada beberapa model yang dapat diterapkan dalam penelitian tindakan kelas ( PTK ), tetapi yang paling dikenal dan biasa digunakan adalah model yang digunakan adalah model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Adapun PTK yang dimaksud menggambarkan adanya empat langkah (dan pengulangannya) dan disajikan pada bagan berikut ini;
Siklus aktivitas dalam penelitian tindakan diawali dengan perencanaan tindakan (planning), penerapan tindakan (action), mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observation and evaluation), dan melakukan refleksi (reflection), dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan).
Bagan siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Perencanaan
Refleksi SIKLUS - I Pelaksanaan
Pengamatan
Perencanaan
Refleksi SIKLUS-II Pelaksanaan
Pengamatan
5. Langkah-langkah dalam Penelitian Tindakan
Langkah-langkah pokok dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut;
a. Rumusan masalah dan tujuan penelitian bersama-sama antara peneliti dan pekerja praktis
b. Himpun data yang tersedia tetang hal-hal yang berhubungan dengan masalah ataupun metode-metode dengan melakukan studi kepustakaan
c. Rumuskan hipotesis serta strategi pendekatan dalam memecahkan masalah
d. Membuat desain penelitian bersama-sama antara peneliti dan pelaksana program serta rumuskan prosedur, alat dan kondisi pada mana penelitian tersebut akan dilaksanakan
e. Tentukan criteria evaluasi teknik pengukuran, serta teknik-teknik analisis yang digunakan
f. Kumpulkan data, analisis, beri interpretasi serta generalisasi dan saran-saran
g. Laporkan penelitian dengan penelitian ilmiah.
Kesimpulan
Karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dan kolaburasi antara peneliti dengan anggota kelompok sasaran. Penelitian tindakan adalah salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan inofasi “dicoba sambil berjalan” dalam mendeteksi dan memecahkan masalah.
Siklus aktivitas dalam penelitian tindakan diawali dengan perencanaan tindakan (planning), penerapan tindakan (action), mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observation and evaluation), dan melakukan refleksi (reflection), dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan).
Daftar Pustaka
Cony R Semiawan (2007). Catatan Kecil tentang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Kencana Prenada Media Group, Jakarta
Kuswara, E (1989). Motivasi Teori dan Penelitiannya. Bandung: Angkasa
Moh. Nazir (2003). Metode Penelitian. Galia Indonesia, Jakarta
Suharsimi Arikunto (2006). PROSEDUR PENELITIAN (Suatu Pendekatan Praktik). Asdi Mahasatya. Jakarta.
_______________http://www.dikti.go.id/PANDUAN_USULAN_DAN_LAPORAN_PTK.pdf , 10-11-2007
PENELITIAN TINDAKAN
Tugas Matakuliah Metodologi Penelitian
(Dosen: Dr. Moch. Asmawi, M. Pd)
oleh:
Ricky Susiono (No. Reg:7216070059)
Suprayitno (No. Reg:7216070064)
Usman Nasution (No. Reg:7216070067)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN OLAHRAGA
PROGRAM MAGISTER (S2) PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2007
Selasa, 05 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar